Kementerian HAM Dukung Potongan Aplikator Ojol Maksimal 8 Persen
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.
Logo resmi PON XX PAPUA. /Antara\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA-Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyatakan Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan panggung bagi atlet-atlet junior. Dengan demikian seharusnya atlet elite yang sudah mengikuti kejuaraan level dunia sudah tidak ambil bagian dalam pesta multievent nasional tersebut.
Dalam pelantikan dan pengukuhan pengurus Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) masa bakti 2021-2025, Zainudin menyampaikan bahwa federasi cabang olahraga harus mulai menerapkan pengetatan dan pembatasan terhadap atlet yang ikut PON.
“Pada 2 Oktober 2021 kita akan memulai PON. Saya berharap PON ini akan menjadi tempat untuk mendapatkan bibit bibit dan talenta atlet-atlet yang berprestasi yang akan kita angkat ke tingkat elite,” katanya dalam laman Kemenpora dikutip Jumat.
Menurut dia, PON sejatinya adalah tempat lahirnya talenta-talenta yang berprestasi agar bisa naik level menjadi atlet elite, bukan panggung bagi mereka yang sudah pernah atau sering berkompetisi di single event, multievent, apalagi Olimpiade.
“Jadi PON ini benar-benar mereka yang akan kita angkat ke atas, bukan yang sudah di atas kemudian diterjunkan, harus bertanding lagi, bahkan ada yang sudah main di Olimpiade,” dia menambahkan.
Baca juga: Partai Ummat: Kami Mendapat Banyak Dukungan dari Warga Muhammadiyah di DIY
Zainudin mengatakan federasi cabang olahraga juga seharusnya bisa mengikuti langkah mendiang Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Bob Hasan yang tidak mengizinkan atletnya Lalu Muhammad Zohri ambil bagian dalam Sea Games 2019 di Filipina.
“Saya datang ke tempatnya beliau, saya tanya “Om kenapa Lalu Muhammad Zohri yang juara dunia tidak dikirim ke Filipiana. Beliau sampaikan, kalau dia ke sana enggak ada lawannya. Jadi kita dapat medali, tetapi bagi (atlet junior) di bawahnya ini tidak ada kesempatan untuk merasakan suasana bertanding,” kenang Zainudin.
Ia pun berharap PON Papua nanti dapat melahirkan atlet junior yang nantinya akan dilatih dan ditempatkan di pemusatan latihan di Cibubur sesuai dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Para atlet junior inilah yang akan dipersiapkan untuk mengikuti Olimpiade.
“Mudah-mudahan PON yang akan datang, mulai diketatkan pembatasan. Sebab, itu memberikan kesempatan kepada yang lainnya (atlet junior). Dia sudah juara dunia masih juga bertarung dengan yang di bawah,” pungkas dia.
Sementara itu, sejumlah atlet elite Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk bertanding di PON Papua, di antaranya atlet renang yang pernah tampil di Olimpiade Tokyo yang juga peraih medali perak dan perunggu pada SEA Games 2019 Filipina, Azzahra Permatahani hingga pemecah rekor dunia panjat tebing Veddriq Leonardo dan Aries Susanti Rahayu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.