Positivity Rate Covid-19 Nasional pada Agustus Menurun ke 18,38%

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito - www.covid19.go.id
02 September 2021 19:27 WIB Indra Gunawan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Satgas Penanganan Covid-19 mencatat positivy rate bulanan Agustus di Indonesia menurun signifikan dari 27,4 persen menjadi 18,38 persen.

Positivity rate dan kasus positif virus Corona yang turun ini, berdampak juga pada penurunan BOR sebesar 40,05 persen. Padahal, pada bulan Juli mencapai 72,77 persen. 

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, kasus aktif selama Agustus telah mengalami penurunan signifikan, yakni sebesar 86,9 persen dibanding pada bulan Juli.

“Jika dilihat bulanan, total kasus pada Agustus 664.829 kasus atau turun sebesar 45 persen dari bulan sebelumnya, yaitu Juli. Pada bulan tersebut adalah kasus tertinggi sebelum pandemi dengan  1.225.765 kasus,” ujar Wiku dalam konferensi pers virtual melalui YouTube BNPB, Kamis (2/9/2021).

Lebih lanjut, kasus aktif pada Agustus ini turun drastis jika dibandingkan Juli. Bulan Agustus kasus aktif berjumlah 196.281 atau 4,8 persen.

Sedangkan pada Juli kasus aktif mencapai lebih dari 500 ribu atau 16 persen. Angka kesembuhan juga mengalami peningkatan mengalami peningkatan pada bulan Agustus yakni 942.281 sedangkan bulan Juli 896.501.

Menurut Wiku, kemampuan menekan kasus hampir setengahnya dari bulan sebelumnya adalah perkembangan yang baik. Namun, tidak boleh berpuas diri. Idealnya, kata dia, penekan kasus harus lebih sedikit pada total kasus Januari lalu atau di bawah 331.052 kasus.

“Meskipun mengalami penurunan, kasus bulan ini masih 2 kali lipat dibanding kasus lonjakan pertama atau bulan Januari lalu,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Wiku, pada bulan Agustus angka kematian meningkat dibanding pada bulan Juli.

“Namun sayangnya, di luar semua indikator yang membaik di bulan Agustus kemarin bahkan lebih tinggi dibandingkan pada bulan Juli. Pada bulan Juli kematian sebesar 34.394 sedangkan pada bulan Agustus meningkat menjadi 37.330,” ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis.com