Advertisement

Penelitian Terbaru Sebut Varian Delta Terbukti Tingkatkan Risiko Dirawat Inap

Indra Gunawan
Minggu, 29 Agustus 2021 - 20:57 WIB
Bhekti Suryani
Penelitian Terbaru Sebut Varian Delta Terbukti Tingkatkan Risiko Dirawat Inap Virus corona varian delta plus - istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Varian Delta merupakan salah satu varian Covid-19 yang lebih menular dan berkontribusi terhadap peningkatan kasus Covid-19 di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Dokter Adam Prabata mengungkapkan penelitian terbaru The Lancet  menunjukkan bahwa 72 persen orang yang terinfeksi varian Delta ternyata belum divaksin. Selain itu, varian tersebut juga meningkatkan risiko seseorang yang terinfeksi dirawat inap.

“Penelitian terbaru menunjukkan bahwa varian Delta ternyata meningkatkan risiko seseorang dirawat inap atau membutuhkan penanganan gawat darurat saat terkena Covid-19,” tulis Adam, dikutip dari akun Instagramnya @adamprabata, Minggu (29/8/2021).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Peningkatan risiko rawat inap akibat varian Delta, lanjut Adam, sebesar 2,26 kali peningkatan risiko rawat inap di rumah sakit pada pasien yang terinfeksi oleh varian tersebut.

“1,45 kali peningkatan risiko membutuhkan penanganan gawat darurat pada pasien Covid-19 yang terinfeksi varian Delta,” ujarnya.

Dia mengatakan peningkatan risiko tersebut merupakan perbandingan antara varian Delta dengan varian Alpha yang terjadi di Inggris.

“Varian Alpha merupakan varian Covid-19 yang sudah terbukti meningkatkan rawat inap hingga meninggal akibat Covid-19 dibandingkan dengan varian sebelumnya,” ujar Adam.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Pengunjung FKY Tembus 39.000 Orang

Jogja
| Minggu, 25 September 2022, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement