Pakar Ungkap Keefektifan 5 Vaksin Covid-19 dalam Melawan Varian Delta

Kotak-kotak berisi vaksin Covid-19 tertumpuk saat proses produksi di Beijing Biological Products Institute, unit dari China National Biotec Group (CNBG), anak perusahaan Sinopharm di Kota Beijing, China, Jumat (26/2/2021). - ANTARA/REUTERS
26 Agustus 2021 11:37 WIB Indra Gunawan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Virus Corona varian Delta membuat lonjakan kasus Covid-19 semakin tinggi. 

Hingga saat ini ada 5 vaksin Covid-19 yang masuk dan disuntikkan kepada warga Indonesia: vaksin Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer.

Banyak masyarakat yang bertanya-tanya perihal kemampuan vaksin Covid-19 terhadap varian Delta. Apakah memang benar-benar sudah terbukti efektif atau belum?

Merespons hal tersebut, dokter Adam Prabata melalui akun Instagramnya memaparkan hasil penelitan, bahwa masing-masing vaksin mempunyai efektivitas lebih dari 50 persen hingga 100 persen.

“Seperti vaksin Sinovac dan Sinopharm mampu mencegah Covid-19 bergejala sebesar 59,0 persen, mencegah Covid-19-gejala sedang sebesar 70,2 persen, mencegah pneumonia akibat Covid-19 sebesar 65,5 persen, mencegah Covid-19 gejala berat sebesar 100 persen,” tulis @damprabata, Rabu (25/8/2021).

Vaksin AstraZeneca mampu mencegah Covid-19 yang bergejala sebesar 60-67 persen.

“Efektivitas mencegah rawat inap akibat Covid-19 sebesar 92 persen,” tulis adam.

Sedangkan vaksin Moderna mampu mencegah rawat inap sampai 96 persen.

“ Sebesar 50-84,8 persen efektif untuk mencegah Covid-19 yang bergejala dan 81-96 persen efektif mencegah rawat inap akibat Covid-19,” tulisnya.

Sementara, untuk vaksin Pfizer, 52,4-88 persen efektif untuk mencegah Covid-19 yang bergejala, dan 75-96 persen efektif untuk mencegah rawat inap akibat Covid-19.

 

Sumber : bisnis.com