KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto seusai rapat pimpinan TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2018)./Suara-Erick Tanjung
Harianjogja.com, JAKARTA--Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau penanganan Covid-19 di Kulonprogo.
Dia meminta pasien COVID-19 tanpa gejala dan bergejala ringan di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk memanfaatkan sarana isolasi terpusat demi menekan risiko kematian dan laju penularan.
Ketika meninjau penanggulangan COVID-19 di Kabupaten Kulonprogo, Sabtu (21/8/2021), Panglima TNI menyebutkan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 di daerah ini relatif cukup tinggi sehingga harus mengoptimalkan layanan isolasi terpusat (isoter).
"Kasus konfirmasi [positif] akan dilaksanakan perawatan di isolasi terpusat [isoter] dan tidak diisolasi mandiri sehingga terpantau kondisi dan obat-obatannya," kata Panglima TNI.
BACA JUGA: Museum Lawang Sewu Dibuka Kembali untuk Wisatawan, Ini Syarat Masuknya
Oleh karena itu, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meminta empat pilar di Kulonprogo, yaitu jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, dan puskesmas setempat bekerja lebih keras mengimbau masyarakat agar menjalani isolasi secara terpusat.
Menurut dia, sinergi yang telah dilakukan dengan baik di daerah ini harus mampu memasifkan pelaksanaan 3T (pemeriksaan, pelacakan, dan perawatan) serta menggencarkan program Serbuan Vaksinasi guna memutus rantai penyebaran COVID-19.
Sementara itu, Panglima mengingatkan hanya mereka yang hasilnya tesnya negatif yang dapat menjalani isolasi mandiri di kediamannya masing-masing.
Panglima TNI bersama Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meninjau penanganan COVID-19 di Kulonprogo mengingat daerah itu masih masuk dalam level 4 COVID-19.
Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI, Kapolri, dan Menkes Budi Gunadi juga meninjau penggunaan aplikasi Silacak yang digunakan oleh para tracer.
Silacak merupakan aplikasi buatan Kementerian Kesehatan RI yang menjadi alat untuk mendata dan melacak pasien serta kontak erat COVID-19.
Panglima mengerahkan puluhan ribu prajuritnya untuk menjadi pelacak pasien COVID-19 serta mereka yang kontak erat dengan pasien.
Selanjutnya, Panglima TNI, Kapolri, dan Menkes meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dan memberi bantuan sosial kepada masyarakat di Kulonprogo, Sabtu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Ditjenpas memeriksa Ferdy Sambo dan 54 warga binaan lain usai temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Cibinong.
Harga bahan bakar pesawat melonjak, AirAsia menaikkan tarif tiket baru 20%-25% atau lebih. Ini alasan tiket lama tak bisa dinaikkan.
Renault 8 Gordini Concept hadir sebagai coupe listrik 270 HP bergaya café racer. Ikon balap 1964 ini tidak diproduksi massal, simak detailnya.
Lansia belum punya akta kelahiran tetap bisa mengurus ke Disdukcapil. Gunakan SPTJM F-2.03 dan F-2.04 bila dokumen hilang.
Poktan Swa Katon Asri Wirobrajan menanam padi dalam ratusan galon bekas. DPRD Kota Jogja menilai inovasi ini layak direplikasi.