Akibat Pandemi, Pendiri Perusahaan Ventilator Jadi Orang Terkaya di Singapura Kalahkan Pendiri Facebook

Salah satu orang terkaya di Singapura Li Xinting
13 Agustus 2021 17:17 WIB Jessica Gabriela Soehandoko News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 berdampak bagus bagi kekayaan segelintir orang. Li Xinting, pendiri perusahaan ventilator, pertama kalinya menempati urutan teratas dalam daftar orang terkaya di Singapura.

Li Xiting, merupakan pendiri pembuat ventilator Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics Co, dimana kekayaan bersihnya mengalami lonjakan di tengah pandemi Covid-19.

Dilansir dari Straittimes, saham perusahaannya telah naik sebesar 40 persen. Kenaikan tersebut diperoleh dari meningkatnya permintaan dikarenakan Covid-19, oleh berbagai rumah sakit di seluruh dunia.

Alat tersebut berfungsi untuk menolong pasien yang mengalami kesulitan bernafas. Krisis kesehatan global juga telah mengekspos kekurangan ventilator. Sekretaris dewan Mindray Li Wenmei mengatakan bahwa permintaan global setidaknya naik 10 kali lipat dari yang tersedia di rumah sakit.

Li Xiting kini telah menambahkan kekayaan sebesar US$3,5 miliar atau Rp50 triliun dalam kekayaan bersihnya, dan kini memiliki kekayaan US$12,5 miliar atau Rp179 triliun menurut Bloomberg Billionaires Index pada hari Kamis. Oleh karena itu Li Xiting berada di dalam top 5 pemerolehan terbanyak di dunia.

Sampai saat ini, ventilator Mindray tidak memiliki persetujuan di Amerika Serikat, namun mengizinkan penggunaannya di bawah aturan darurat untuk meringankan kekurangan. Namun, otorisasi tersebut menurut analis yang dipimpin oleh Tian Jiaqiang di Citic Securities Co., mengatakan bahwa dapat memberikan peluang bagi produk ventilator China untuk memasuki pasar Amerika Serikat dengan cepat.

Oleh karena itu, Mindray, yang membuat 3.000 ventilator sebulan, bukan menjadi satu-satunya produsen mesin di China yang mendapat otorisasi tersebut, namun Beijing Aeonmed Co juga mendapat otorisasi FDA tersebut.

Dalam daftar orang terkaya di Singapura, terdapat pendiri Facebook dan venture capital yakni Eduardo Saverin.

Selain itu, Mr Goh sebagai pemilik Wuthelam Holdings mengambil saham mayoritas Nippon Paint Holdings, yakni pembuat cat terbesar di Jepang dengan kesepakatan senilai US$12 miliar yang diselesaikan pada Januari, sehingga berkontribusi pada kekayaan bersihnya yang tumbuh sebesar US$3,8 miliar atau Rp 54,6 triliun menjadi US$18,6 miliar atau Rp267 triliun. Kini Mr Goh juga menempati dalam urutan ketiga.

Berbeda dengan Li Xiting dengan kenaikan perusahaan ventilatornya, Jaringan Hotpot Haidilao Mr Zhang Yong dan Ms Shu Ping harus turun menempati urutan keempat, di mana sebelumnya menempati urutan pertama, dengan kekayaan bersih mereka yang turun menjadi US$16 miliar atau Rp230 triliun dari US$19 miliar tahun lalu. Penurunan tersebut yakni sebesar US$3 miliar atau setara dengan Rp43 triliun.

Penurunan yang dialami ini terjadi dikarenakan tantangan dari industri restoran dalam menghadapi dalam permasalahan pandemi. Pada bulan Juli sahamnya turun sebesar 32 persen selama lima hari, hingga menjadikannya memiliki kinerja terburuk pada tahun ini di Indeks Hang Seng Hong Kong.

Selanjutnya, Berikut untuk daftar 10 orang terkaya di Singapura menurut Forbes.

1. Li Xiting, Teknologi Medis - US$23 miliar
2. Eduardo Saverin, Modal Ventura - US$20,5 miliar
3. Goh Cheng Liang, Paint - US$18,6 miliar
4. Zhang Yong dan Shu Ping, Makanan dan minuman - US$18,6 miliar
5. Forrest Li, Teknologi - US$ 15,9 miliar
6. Robert dan Philip Ng, Real estat - US$ 14,2 miliar
7. Ye Gang, Teknologi - US$10,3 miliar
8. Kwek Leng Beng dan keluarga, Keuangan dan Real estat - US$8,5 miliar
9. Wee Cho Yaw, Keuangan - US$6,8 miliar
10. Keluarga Khoo, Keuangan dan perhotelan - US$6,5 miliar

Sumber : JIBI/Bisnis.com