Advertisement

Kuota Internet Diklaim Ringankan Beban Ekonomi

Newswire
Kamis, 05 Agustus 2021 - 01:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Kuota Internet Diklaim Ringankan Beban Ekonomi Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim bantuan subsidi kuota internet yang diberikan pemerintah kepada siswa, mahasiswa, guru, dan dosen telah meringankan beban ekonomi mereka di tengah krisis pandemi Covid-19.

"Survei efektivitas dan manfaat dari kuota internet ini menunjukkan 85 persen dari responden yang disurvei mengaku bantuan ini sangat meringankan beban ekonomi mereka," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Hal ini didapat dari survei yang dilakukan oleh Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) yang menunjukkan bahwa 85 persen responden merasa beban ekonomi mereka menjadi ringan ketika pemerintah memberikan bantuan subsidi kuota internet.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Kemudian, sebanyak 83 persen responden merasa sangat terbantu dalam menjalani proses belajar dan mengajar serta tingkat kepuasan publik cukup puas dan sangat puas mencapai 63,2 persen.

Sri Mulyani menuturkan untuk subsidi kuota internet tahun 2020 telah terealisasikan sebesar Rp3,82 triliun di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Rp240 miliar oleh Kementerian Agama.

Indeks bantuan tersebut meliputi PAUD mendapat 20 gigabyte (GB), siswa 35 GB, mahasiswa 50 GB, dan guru 42 GB dengan harga per 1 GB sebesar Rp1.000.

Sri Mulyani mengatakan kebijakan bantuan ini telah melindungi 44,3 juta penerima baik siswa dari mulai PAUD hingga mahasiswa sekaligus tenaga pengajar di Kemendikbudristek dan Kemenag sebanyak 6,7 juta penerima.

"Total lebih dari 51 juta penerima dari bantuan kuota internet ini," ujarnya.

Sementara itu, alokasi tahun 2021 sebesar Rp3 triliun bagi 38,1 juta siswa, mahasiswa, guru dan dosen meliputi Kemendikbudristek dari Maret sampai Mei 2021 Rp2,5 triliun untuk 30 juta penerima dan Rp478,9 miliar di Kemenag dari Mei sampai Juni 2021 dengan sasaran 8,1 juta orang.

Advertisement

Alokasi Rp2,5 triliun di Kemendikbudristek tersebut terealisasi Rp2,3 triliun atau 92,4 persen untuk 27,7 juta penerima atau 92,3 persen dari target sedangkan alokasi Rp478,9 miliar di Kemenag terealisasi Rp33,8 miliar per 7 Juli.

Tingkat penyerapan alokasi bantuan internet di Kemenag masih rendah karena masih dalam proses injeksi kuota, menunggu tagihan dari provider seluler dan proses pencairan anggaran ke KPPN serta terdapat kendala banyaknya nomor HP yang tidak valid lagi.

Pemerintah turut melanjutkan pemberian bantuan kuota internet untuk periode September hingga November 2021 dengan anggaran Rp2,3 triliun di Kemendikbudristek meliputi 10 GB per bulan bagi masing-masing 1,52 juta siswa PAUD Rp88,35 miliar.

Advertisement

Selanjutnya, 10 GB per bulan bagi 20,52 juta siswa Dikdasmen dengan anggaran Rp1,69 triliun, 12 GB per bulan bagi 1,56 juta guru PAUD dan guru Dikdasmen dengan anggaran Rp154,44 miliar serta 15 GB bagi 3,27 juta dosen dan mahasiswa dengan anggaran Rp404,98 miliar.

Bantuan kuota internet turut dilanjutkan di Kemenag untuk periode September hingga November 2021 dengan menggunakan sisa anggaran periode sebelumnya yang diperkirakan sebesar Rp234,5 miliar.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Simak Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 26 September 2022

Jogja
| Senin, 26 September 2022, 09:07 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement