Kemenperin Sasar Vaksinasi Industri untuk 7 Juta Pekerja di Jawa

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Istimewa
31 Juli 2021 14:27 WIB Ipak Ayu News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi di kalangan para pekerja industri guna mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan dengan jumlah pekerja industri yang cukup besar, sekitar 7 juta pekerja di Pulau Jawa, perlu kecepatan vaksinasi yang tinggi supaya kondisi kesehatan pekerja terus terjaga dan dapat melaksanakan proses produksi di pabrik masing-masing.

Untuk itu, pihaknya telah berkordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar dapat menjalankan program vaksinasi industri. Adapun program vaksin ini di luar program Vaksin Gotong Royong yang digagas Kadin.

“Kami berpendapat bahwa ketangguhan industri sangat mendukung kemajuan negeri ini. Vaksinasi punya peran penting untuk mewujudkan Industri Tangguh, Indonesia Maju,” katanya melalui siaran pers, Sabtu (31/7/2021).

Pelaksanaan vaksinasi selama empat hari (28-31 Juli 2021) dilakukan terhadap 5.000 akseptor vaksin yang merupakan pekerja industri.

Agus menjelaskan vaksin yang diberikan kepada pekerja industri adalah vaksin Sinovac yang bersumber dari pemerintah. Pemerintah menetapkan bahwa vaksinasi untuk pekerjaan industri sangat penting dan menjadi prioritas.

Terlebih sektor ini memberikan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) rata-rata 18 persen terhadap PDB Nasional serta 75 persen sumbangan terhadap total ekspor Indonesia.

Pemberian vaksin difokuskan pada daerah-daerah aglomerasi karena di wilayah tersebut banyak terdapat perusahaan industri. Namun demikian, bukan berarti daerah-daerah di luar itu tidak dilayani.

"Pemerintah mengupayakan agar secepatnya negara bisa mencapai herd immunity. Sementara itu, vaksin sudah semakin tersedia bagi masyarakat,” kata Agus.

Sementara itu, pelaksanaan vaksinasi industri berjalan paralel dengan program vaksin gotong royong yang dikoordinasikan Kadin yang juga memiliki stok vaksin cukup besar.

“Kami telah berkoordinasi dengan Ketua Umum KADIN Indonesia serta berbagi data akseptor untuk kelancaran proses vaksinasi,” ujar Agus.

Sumber : bisnis.com