Musim Kemarau, Pondok Pesantren Diwaspadai Jadi Titik Rawan Kekurangan Air

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono saat memperlihatkan unit tangki air bersih. - Ist/dok Prokompim Pemkab Magelang
28 Juli 2021 21:47 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG -- Musim kemarau tiba. Pemerintah Kabupaten Magelang mulai melakukan antisipasi terjadinya kekeringan dengan menyiapkan bantuan air bersih.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Wasono mengatakan tahun ini ia telah menyiapkan sebanyak 90 tangki bantuan air bersih. Satu tangki berkapasitas 5.000 liter air.

"Target kami, untuk bantuan air bersih dalam menghadapi musim kemarau tahun ini sekitar 90 tangki," jelas Edi Wasono usai melaksanakan rapat koordinasi penanganan kesiapan menghadapi musim kemarau di Pendopo Kantor BPBD Kabupaten Magelang, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Wong Bantul! PKH dan BPNT Cair Pekan Ini

Ia mengatakan untuk bantuan ini, Pemkab bekerja sama dengan pihak ketiga. Jadi, bahwa pengambilan air tidak membayar sehingga sangat membantu dari sisi anggaran. Pemkab hanya mengampu BBM untuk transportasinya.

Menurut Edi, jumlah bantuan air bersih pada musim kemarau tahun ini lebih sedikit dibandingkan dengan musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan karena musim kemarau tahun ini memiliki karakter kemarau basah, sehingga tidak menimbulkan dampak kekeringan yang begitu ekstrem.

"Tahun ini memang cenderung kemarau basah sehingga tidak terlalu berat beban kami dalam mendistribusikan bantuan air bersih. Kalau tahun-tahun sebelumnya mungkin bisa mencapai ratusan tangki bantuan air bersih yang harus disiapkan oleh BPBD," kata Edi.

Baca juga: Telat Bayar Utang Sepekan, Warga Jogja Dianiaya Petugas Leasing

Selain itu, Edi mengatakan dalam rangka mengantisipasi musim kemarau dan kekeringan, BPBD Kabupaten Magelang juga telah menyiagakan 2 unit mobil pengangkut air bersih yang selalu standby 24 jam. Apabila di dalam titik-titik desa tertentu ataupun pondok pesantren mengalami kekurangan air, bisa langsung mengajukan permohonan kepada BPBD.

"Bagi desa atau pesantren yang mengalami kesulitan air bersih, insyaAllah akan kami droping sesuai dengan kebutuhannya. Namun sampai sekarang belum ada permintaan, baru ada satu permintaan dari salah satu pesantren di wilayah Mertoyudan," katanya.

Adapun terkait pemetaan daerah rawan kekurangan air bersih di Kabupaten Magelang, Edi menyebutkan antara lain berada di beberapa desa di Kecamatan Salaman, Kecamatan Borobudur, Kecamatan Tegalrejo, Kecamatan Bandongan dan Kecamatan Kajoran.

"Hampir 30 persen wilayah Kabupaten Magelang itu mengalami kekurangan air bersih. Tapi kondisi saat ini belum begitu hebat kekeringannya, mereka masih bisa mencukupi kebutuhannya sendiri. Saya rasa droping air tidak ada masalah," pungkas Edi.