Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Ilustrasi virus/JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA – Para ilmuwan menemukan virus yang sebelumnya tidak diketahui dari 15.000 tahun lalu dalam sampel es yang diambil dari gletser di dataran tinggi Tibet.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada pekan lalu di jurnal Microbiome, virus tersebut tidak seperti virus yang telah dikatalogkan oleh para ilmuwan sebelumnya.
Melansir CNN, Senin (26/7/2021), sebuah tim termasuk ilmuwan iklim dan ahli mikrobiologi dari Ohio State University mengambil dua inti es dari puncak lapisan es Guliya, pada ketinggian 22.000 kaki di atas permukaan laut, di China barat pada tahun 2015.
Penulis utama studi tersebut yang juga merupakan ahli mikrobiologi, Zhiping Zhong mengatakan inti es sedalam 1.071 kaki yang kemudian dipotong menjadi beberapa bagian dengan panjang tiga kaki dan diameter empat inci.
Tim kemudian menganalisis es dan menemukan 33 virus. 28 diantaranya sebelumnya tidak diketahui sains dan bertahan karena dibekukan.
Menurut penelitian, virus kemungkinan berasal dari tanah atau tanaman, bukan dari manusia atau hewan, dan akan disesuaikan dengan kondisi. Kepada CNN, para peneliti mengatakan bahwa virus tersebut tidak akan berbahaya bagi manusia.
Es menangkap isi atmosfer melalui waktu, termasuk virus dan mikroba, menurut penelitian tersebut.
Relatif sedikit yang diketahui tentang virus di gletser, tetapi bidang ini semakin penting karena es di seluruh dunia mencair akibat perubahan iklim.
Rekan penulis studi, Lonnie Thompson, profesor ilmu bumi di Ohio State dan ilmuwan peneliti senior di Byrd Polar Research Center mengatakan, pandem Covid-19 telah meningkatkan kesadaran akan pentingnya belajar tentang komunitas mikroba.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini, menurut Matthew Sullivan, profesor mikrobiologi di Ohio State dan direktur Center of Microbiome Science, memungkinkan para ilmuwan untuk menilai tingkat evolusi virus yang ada di berbagai lapisan inti es.
Ini juga dapat bermanfaat dalam pencarian kehidupan di Mars, misalnya.
“Begitu Anda mengembangkan teknologi baru itu, dapat membantu Anda menjawab pertanyaan di lingkungan lain yang sangat sulit,” kata Sullivan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.
Lomba Ayam Bekisar Piala Jogja Istimewa ke-3 diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah dan mengangkat pelestarian budaya serta satwa.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos semifinal Asian Games 2026 dan membidik emas setelah menang atas pasangan Korea Selatan.