Advertisement

500 Aparat Keamanan Dikerahkan untuk Jemput Paksa Pasien Covid-19 di Klaten

Ponco Suseno
Jum'at, 23 Juli 2021 - 16:27 WIB
Budi Cahyana
500 Aparat Keamanan Dikerahkan untuk Jemput Paksa Pasien Covid-19 di Klaten Ilustrasi - Antara/Oky Lukmansyah

Advertisement

Harianjogja.com, KLATEN—Sedikitnya 500 aparat keamanan diterjunkan untuk menjemput paksa pasien Covid-19 di Klaten, Jumat (23/7/2021). Selain melibatkan anggota Polres Klaten dan Kodim Klaten, aparat keamanan yang diterjunkan juga di-backup Polda Jateng.

Sejumlah tim gabungan di masing-masing kecamatan di Klaten mulai menjemput pasien Covid-19 yang berstatus OTG dan berusia muda. Jumlah kecamatan di Klaten mencapai 26 kecamatan.

BACA JUGA: Paket Obat & Vitamin Gratis Mulai Disalurkan ke Warga Bantul yang Isoman

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Warga yang terpapar virus Corona di Klaten mulai dipisahkan dengan warga yang sehat. Pasien Covid-19 berusia muda dan berstatus OTG dijemput tim gabungan agar bersedia menjalankan isoman di tempat isoman terpusat tingkat Kabupaten Klaten, yakni di Gor Gelarsena Klaten. Nantinya, sebanyak 50 pasien Covid-19 berjenis kelamin laki-laki dikirim ke tempat isoman terpusat tingkat Provinsi Jateng, yakni di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

"Kami menerjunkan 500 anggota Polri/TNI [penjemputan pasien Covid-19 di Klaten]" kata Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu, saat ditemui di Gor Gelarsena Klaten, Jumat (23/7/2021).

Hal senada dijelaskan Dandim 0723/Klaten, Letkol (Inf) Joni Eko Prasetyo. Penjemputan pasien positif Covid-19 berstatus OTG dan berusia muda ditujukan untuk memutus mata rantai persebaran virus Corona.

"Dari kami [Kodim Klaten] menerjunkan satu kompi untuk membantu mengevakuasi pasien positif Covid-19 agar bersedia menempati tempat isoman terpusat tingkat kabupaten, yakni di Got Gelarsena Klaten," katanya.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi yang memberlakukan manajemen kontingensi di Klaten sejak, Jumat (23/7/2021). Warga yang terpapar virus Corona berstatus OTG mulai dipisahkan dengan warga Klaten yang sehat. Hal itu ditujukan guna memutus mata rantai Covid-19 di Klaten.

"Kami sampaikan saat ini, kondisi di Klaten kondusif. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan jangan panik," kata Bupati Klaten, Sri Mulyani.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Profil Samekto Wibowo, Guru Besar UGM yang Meninggal Setelah Terseret Ombak di Gunungkidul

Gunungkidul
| Minggu, 25 September 2022, 08:47 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Pendekar Roti Kolmbeng Terakhir di Jogja

Wisata
| Sabtu, 24 September 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement