OPINI: Ketika Tindakan Bunuh Diri Terinspirasi Film Drama Korea
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
Diabetes adalah penyakit metabolik yang diakibatkan oleh meningkatnya kadar glukosa atau gula darah. Gula darah sangat vital bagi kesehatan karena merupakan sumber energi yang penting bagi sel-sel dan jaringan. /Klikdokter-Shuttlecock
Harianjogja.com, JAKARTA - Penderita diabetes harus tetap dalam kondisi prima selama pandemi Covid-19. Orang yang menderita diabetes rentan terpapar Covid-19 dan membutuhkan waktu yang lama untuk pulih.
Data dari China mengungkapkan bahwa penderita diabetes dan riwayat penyakit lainnya seperti masalah jantung dapat mengalami komplikasi kesehatan yang fatal atau bahkan kehilangan nyawa jika terpapar Covid-19.
Melansir dari freepressjournal.in, sebuah studi yang diterbitkan dalam European Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa orang dengan diabetes yang terinfeksi Covid-19 berisiko mengalami perjalanan penyakit yang parah dan kematian. Beberapa faktor seperti respon imun yang terganggu meningkatkan respon inflamasi.
1. Tetap Melakukan Diet Seimbang
Makanlah makanan yang mengandung protein, lemak baik, dan vitamin. Jauhi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, kalori, dan gula. Penderita diabetes harus benar-benar mempraktikkan pola makan sehat dengan mengonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan. dan umbi-umbian. Hindari makanan cepat saji, pedas, berminyak, dan makanan dengan aditif.
2. Latihan Harian
Lakukanlah aktivitas harian seperti jalan kaki di rumah, senam aerobik, yoga, plank, push-up, dan pull up. Lebih baik konsultasikan dengan dokter mengenai aktivitas harian yang dianjurkan. Wajib lakukan peregangan sepanjang hari. Penderita diabetes yang sedang di rumah dapat melakukannya ketika duduk dan aktivitas lainnya.
3. Perencanaan Makanan yang Tepat
Penderita diabetes dapat merencanakan makanan dengan bantuan ahli gizi. Cobalah untuk membuat daftar makanan yang harus dimakan dan dihindari dari program diet. Hindari makanan yang memiliki kandungan tinggi garam dan kalori. Usahakan untuk mengonsumsi semangkuk salad atau sup untuk membantu mengatasi resistensi insulin.
4. Jangan Melewatkan Pengobatan
Bagi Anda penderita diabetes, jangan mengobati sendiri karena dapat berisiko. Ketika Anda berada di rumah sakit, hindari orang sekitar yang berkerumun dan taati protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Pastikan gunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Penderita diabetes harus memantau dan melihat adanya fluktuasi kadar gula darah atau perubahan dalam tubuh.
5. Tidur dengan Waktu yang Cukup
Mereka yang menderita diabetes dapat mengatur kadar gula dengan tidur nyenyak di malam hari. Istirahat dapat menurunkan kortisol atau hormon stres. Kortisol secara tidak langsung bertanggung jawab atas kadar gula darah tinggi. Tidur dengan minimal 8 jam sangat penting untuk tetap aktif dan berenergi.
6. Jauhkan dari Stres
Orang dengan diabetes dapat melakukan meditasi dan yoga untuk menenangkan pikiran. Luangkan waktu berkualitas untuk diri sendiri, jangan menyendiri, dan coba untuk berinteraksi dengan anggota keluarga lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
SIM Keliling dan Samsat Keliling malam di SSA Bantul Agustus 2026 melayani perpanjangan SIM serta pembayaran PKB tahunan. Cek jadwal dan syaratnya.
Jadwal SIM Keliling Sleman Agustus 2026 lengkap di MPP, Sleman City Hall, SIMMADE, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C, serta layanan Satpas.
Jadwal SIM Keliling Jogja Agustus 2026 lengkap dengan lokasi, syarat, biaya perpanjangan SIM, dan layanan Drive Thru MPP Kota Jogja.
Cakupan UHC Bantul turun tipis menjadi 98,67 persen pada Juli 2026. Dinkes memastikan angka tersebut masih di atas target minimal 98 persen dengan dukungan angg
Belanja pegawai Pemkot Jogja masih 35,7 persen dari APBD 2026. BPKAD menekan anggaran melalui pembatasan rekrutmen ASN dan memanfaatkan tingginya angka pensiun