Kisah Menteri BUMN Erick Thohir Bertemu Indra Rudiansyah Anggota Tim Vaksin AstraZeneca

Indra Rudiansyah - Antara
22 Juli 2021 11:27 WIB Fitri Sartina Dewi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menceritakan momen saat bertemu dengan Indra Rudiansyah yang merupakan peneliti asal Indonesia yang bergabung dalam tim Jenner Institute pimpinan Profesor Sarah Gilbert untuk uji klinis vaksin AstraZeneca.

Erick mengatakan pertemuannya dengan Indra terjadi saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke London pada Oktober 2020.

"Bangga sekaligus terharu, membaca berita tentang Indra Rudiansyah beberapa hari ini. Indra menjadi bagian dari tim Jenner Institute pimpinan Professor Sarah Gilbert, untuk uji klinis vaksin AstraZeneca," kata Erick melalui akun media sosial Instagram, Rabu (21/7/2021).

BACA JUGA : Stok AstraZeneca Habis, Pemberian Vaksin Covid-19 

Lebih lanjut, Erick mengaku bangga karena Indra ternyata merupakan karyawan Bio Farma yang sedang menyelesaikan S3 Program Clinical Medicine, University of Oxford.

Selain bertemu Indra, Erick juga bertemu dengan Bagus Putra Muljadi yang sekarang menjadi Assistant Professor, Chemical & Environment Engineering, Faculty of Engineering, University of Nottingham.

"Generasi Muda Indonesia, luar biasa. Harapan saya, semoga semakin banyak Indra-Indra lain, dalam berbagai bidang. Memberikan kontribusi untuk Bangsa, di dalam maupun di luar negeri," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mahasiswa Indonesia Indra Rudiansyah, (28) ikut terlibat dalam penelitian dan bergabung dengan tim Jenner Institute Uni of Oxford yang membantu uji klinis Vaksin Covid-19 yang tengah berlangsung di Universitas tertua di dunia.

“Saya tentunya sangat bangga bisa tergabung dalam tim untuk uji klinis vaksin Covid-19 ini, meskipun ini bukan penelitian utama untuk thesis saya,” ujar Indra Rudiansyah yang menempuh pendidikan D.Phil in Clinical Medicine, Jenner Institute, University of Oxford dikutip dari Antara.

Uji coba vaksin Covid-19 di Pusat Vaksin Oxford dilaksanakan Jenner Institute dan Oxford Vaccine Group. Tim bekerja mengembangkan vaksin untuk mencegah COVID-19 sejak 20 Januari lalu dipimpin Prof. Sarah Gilbert, Prof. Andrew Pollard, Prof. Teresa Lambe, Dr Sandy Douglas, Prof. Catherine Green dan Prof. Adrian Hill.

Menurut anak ke dua dari tiga bersaudara itu, penelitian utama untuk thesisnya adalah vaksin malaria, namun keikutsertaannya dalam tim ini merupakan real case dari penelitian vaksin untuk menyelamatnya banyak nyawa orang.

BACA JUGA : Studi: Kombinasi AstraZeneca dan Pfizer Menciptakan Sistem 

Indra Rudiansyah yang mendapat beasiswa dari LPDP mengaku keterlibatannya dalam uji klinis ini adalah menguji antibody response dari para relawan yang sudah divaksinasi.

“Tentunya saya sangat bangga akan hal ini karena dapat berkontribusi secara nyata untuk menghadapi pandemi ini,” ujar Indra mahasiswa S3, di Program Clinical Medicine, Jenner Institute Uni of Oxford yang berasal dari Bandung.

Menurutnya, penelitian S3-nya sebenarnya terkait bidang vaksin malaria. Ketika outbreak Covid-19 terjadi awal tahun ini, beberapa kolega yang bekerja untuk mengembangkan vaksin untuk emerging pathogen itu mulai mendesain vaksin ini.

"Kemudian kita outbreak mengalami eskalasi menjadi pandemi, semua aktivitas di kampus di tutup kecuali untuk bidang yang terkait dengan covid-19/sars cov 2," ujarnya.

Pada saat yang sama project leader menawarkan bagi siapa saja yang bekerja dengan non-covid jika ingin bergabung akan diperbolehkan. Dari situ Indra bergabung dengan tim untuk membantu uji klinis.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia