Advertisement
Prospek Profesi Data Scientist Diprediksi Cerah, Ini Alasannya
Ilustrasi kantor startup - Flickr
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Profesi ilmuwan data (data scientist) diyakini memiliki prospek cerah seiring langkah pemerintah untuk menggenjot transformasi digital dan perkembangan ekosistem perusahaan rintisan (startup).
Bendahara Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani mengatakan kebutuhan ilmuwan data terus meningkat karena basis pengambilan keputusan di semua sektor sudah harus berdasarkan data.
Advertisement
“Kembali ke pengambilan keputusan yang tepat akan membuat sumber daya dan fokus setiap sektor kita lebih sesuai dengan kebutuhan pasar dan tepat sasaran dalam menjalankan bisnis,” ujarnya, Minggu (18/7/2021).
Edward mengatakan, saat ini ilmu dasar seperti matematika, statistik, dan pemrograman menjadi inti kebutuhan untuk bisa menjadi ilmuwan data yang andal dan sesuai dengan kebutuhan industri. Untuk itu, dia berharap pemerintah perlu mengedepankan ketertarikan dan kesediaan kurikulum tersebut di setiap universitas dalam waktu dekat.
Berdasarkan data Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), sekitar 69 persen perusahaan fintech mengalami kesenjangan sumber daya manusia (SDM) di bidang ilmuwan data. Akibatnya sebagian dari perusahaan fintech merekrut tenaga kerja asing untuk untuk menambal kesenjangan tersebut.
Direktur Digital Business PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Muhammad Fajrin Rasyid mengatakan profesi tersebut makin dibutuhkan lantaran maraknya kemunculan perusahaan rintisan (startup) di Indonesia.
Sekadar informasi, menurut catatan Startup Ranking, jumlah startup di Indonesia mencapai 2.219 perusahaan pada 2021.
Kendati demikian, Fajrin mengatakan meskipun ilmuwan data sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan. Namun, masih ada ketimpangan pasokan dari profesi tersebut lantaran di Indonesia masih minim orang yang menggeluti pekerjaan ini.
Berdasarkan data Bank Dunia, Indonesia sedang mengalami kesenjangan talenta digital dengan kebutuhan sembilan juta talenta dalam 15 tahun atau rata-rata 600.000 talenta digital setiap tahunnya.
“Data science merupakan profesi yang sangat dibutuhkan di Indonesia maupun mungkin di dunia. Ini adalah salah satu keterampilan yang relevan dan hampir dibutuhkan di semua startup. Di Indonesia masih banyak permintaannya ketimbang pasokannya,” ujarnya.
Menurutnya, profesi data scientist sangat dibutuhkan, sebab banyak perusahaan mengandalkan penggunaan mahadata (big data) dan ilmu data (data science) yang diperlukan untuk melakukan analisis dalam memprediksi perkembangan bisnis, industri maupun bidang-bidang lain di masa depan.
Fajrin menegaskan bahwa semua founder startup pun wajib untuk memiliki keterampilan dasar soal ilmu data.
“Bahkan, jika seseorang ingin menjadi founder [startup], setidaknya punya kapabilitas analisis data. Tidak harus ahli, tetapi setidaknya memiliki pemahaman dan kesadaran dan memahami bagaimana performa perusahaan hari ini dibanding kemarin. Naik atau turun? kalau turun kenapa?” ujarnya.
Dengan memahami data tersebut, maka menurut Fajrin, seorang founder bisa membuat solusi secara cepat ketika terjadi kondisi yang tidak ideal. Dengan demikian perusahaan dapat meningkatkan value agar bisa berkembang lagi.
Fajrin melanjutkan, Telkom juga melihat kebutuhan ilmuwan data. Bahkan, perusahaan juga melakukan pelatihan pada karyawan internal agar dapat memiliki keterampilan tersebut. Khususnya, bagi mereka yang bersedia mempelajari dan menambah pengetahuan di bidang ilmu data dan perusahaan juga turut melakukan perekrutan untuk mendapatkan talenta yang andal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- OTT Bupati Cilacap, 13 Orang Digelandang KPK ke Jakarta
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta
- KPK Ungkap Pembagian Kuota Haji 2024 oleh Yaqut Cholil Qoumas
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
Advertisement
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Kasus Kuota Haji: Yaqut Diduga Terima Fee Percepatan
- Iran Prediksi Perang Timur Tengah Berakhir Sebelum Nowruz
- Google Maps Hadirkan Ask Maps, Chat AI untuk Cari Lokasi
- Libur Lebaran, Gunungkidul Targetkan PAD Wisata Rp1,7 Miliar
- Parlemen AS Nilai FIFA "Merampok" Suporter dengan Harga Tiket Mahal
- Jelang Lebaran, Produsen Oleh-oleh Kulonprogo Tambah Produksi
- Jersey Tandang Brasil 2026 Terinspirasi Jaguar dan Anaconda
Advertisement
Advertisement








