Pemkot Surabaya Ubah Mobil Dinas Jadi Ambulans Jenazah

dok. Pemkot Surabaya
15 Juli 2021 02:27 WIB Peni Widarti News Share :

Harianjogja.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya berinovasi menambah kapasitas pelayanan kedaruratan dengan mengubah beberapa mobil dinas menjadi mobil jenazah Covid-19.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan mobil dinas yang dimodifikasi menjadi mobil ambulans jenazah ini nantinya akan berseiring dengan dibukanya Puskesmas 24 jam untuk layanan darurat warga.

“Mobil dinas kita sudah jadi mobil jenazah. Makanya kita buka puskesmas 24 jam karena mobilnya sudah banyak," katnya, Rabu (14/7/2021).

BACA JUGA : Mobil BPBD Kota Jogja Terlibat Kecelakaan saat Akan

Eri mengatakan kondisi kendaraan mobil jenazah yang dimiliki Pemkot Surabaya saat ini jumlahnya sangat terbatas. Untuk itu, Pemkot Surabaya berupaya semaksimal mungkin dalam menambah kapasitas pelayanan kedaruratan.

“Jadi total mobil yang sudah dimodifikasi sebanyak 14 unit, tapi target kita nanti sekitar 30 unit, dan ini akan kita tambah lagi,” imbuhnya.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Aset Kota Surabaya, Noer Oemarijati menjelaskan, sebanyak 14 unit kendaraan dinas yang telah dimodifikasi tersebut merupakan mobil operasional yang dimiliki beberapa PD di lingkup pemkot. 

“Ada spesifikasi khusus untuk menjadikan mobil dinas ini jadi mobil jenazah yakni kendaraan harus layak jalan, salah satu yang dipakai adalah Panther,” ujarnya.

Noer menambahkan saat ini pihaknya masih melakukan pengecekan unit kendaraan lain milik perangkat daerah yang dapat digunakan untuk mempersiapkan penambahan armada mobil jenazah yang ditarget mencapai 30 unit.

BACA JUGA : Kisah Pasien Isoman di Sleman 16 Jam Menunggu Mobil

"Nanti akan kita cek lagi kendaraan-kendaraan dinas. Kemudian kalau misalnya perlu servis, kita servis dulu sehingga bisa dipakai,” imbuhnya.

Noer menambahkan, bahwa mobil ini sengaja disiapkan khusus untuk jenazah Covid-19. Sehingga modifikasi mobil tersebut penataannya dilakukan dengan mengutamakan safety agar para pengemudi merasa nyaman dan aman.

 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia