Vaksinasi Digenjot, 3T Diperkuat saat PPKM Darurat

Dialog Produktif Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). - Ist.
08 Juli 2021 06:27 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menggenjot pelaksanaan vaksinasi dan memperkuat 3T (testing, tracing, treatment) selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 3-20 Juli 202. Target positivity rate kurang dari 5% serta tracing mengincar 15 pelacakan kontak erat. Hal dibahas dalam Dialog Produktif Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang ditayangkan di Youtube FMB9ID_IKP, Rabu (7/7/2021).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi menjelaskan meski di tengah PPKM Darurat, ia mengimbau masyarakat tetap mendatangi sentra vaksinasi bagi yang sudah mendapatkan undangan atau melakukan pendaftaran online.

“Selama PPKM Darurat, fasyankes atau sentra vaksinasi tetap buka dan layani vaksinasi. Kunci utama saat datangi pos vaksinasi adalah protokol kesehatan yang ketat, dating sesuai waktunya, hindari kerumunan. Usai vaksinasi sebaiknya masyarakat langsung pulang ke rumah,” pesan dalam rilis yang diterima Harianjogja.com.

BACA JUGA : PPKM Darurat: Sejumlah Ruas Jalan Kota Jogja Ditutup, Termasuk Menuju ke Malioboro

Ia menambahkan Indonesia telah memvaksinasi 32,3 juta dosis pertama dan 14 juta dosis kedua, dari target sasaran vaksinasi nasional 181,5 juta orang untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity).

“Vaksinasi efektif melawan varian virus corona yang bermutasi. Vaksinasi termasuk ikhtiar mencegah tertular Varian of Concern. Tidak perlu pilih-pilih vaksin, karena semua vaksin yang disetujui di Indonesia aman, halal dan berkualitas,” katanya.

Apalagi selama Juni 2021 terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang luar biasa, jauh melebihi Desember 2020 - Januari 2021. Angka positif harian saat ini mencapai 28.000 hingga 30.000 kasus. Hal ini sangat dimungkinkan disebabkan oleh varian Delta yang mendominasi pulau Jawa.

“Penularan varian Delta sangat cepat yaitu 5 sampai 8 kali lebih menular dibanding varian asli dengan penularan 2,5 sampai 3 kali,” kata Nadia.

BACA JUGA : PPKM Darurat, Pasar Tumpah di Jogja Tutup Sementara

Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran UGM Gunadi mengatakan kemunculan Variant of Interest dan Variant of Concern dipengaruhi perilaku manusia sebagai inangnya. Vaksin Covid-19 sejauh ini dapat melawan varian Delta. Riset terbaru yang dilakukan di Inggris menunjukkan efikasi vaksin dapat mencegah timbulnya gejala, dan mencegah rawat inap di RS hingga lebih 90%.  

“Pelanggaran prokes, tidak divaksinasi, interaksi sosial yang sangat masif merupakan sarana kemunculan varian baru,” ujarnya.

Berdasarkan genome sequencing, varian Delta ini menguasai 17,7% varian yang bertransmisi di Indonesia. Sedangkan varian Alpha dan Beta hanya di bawah 2%. Jadi jelas eskalasi kasus COVID-19 di Indonesia dipicu oleh varian Delta.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama  mengatakan saat ini kasus COVID-19 di DKI Jakarta ibarat fenomena gunung es. “Berdasarkan Infection Fatality Rate yang mencapai 0,5-1 persen, kemungkinan ada 1,1 juta hingga 2,3 juta orang telah terpapar Covid-19 di DKI Jakarta,” ujarnya.

BACA JUGA : PPKM Darurat: 5 Pasar Tradisional di Kota Jogja Ditutup Sementara

Menyoroti varian Delta yang cepat menular dan menyebabkan angka rawat inap di rumah sakit yang tinggi, Ngabila mengakui di DKI Jakarta angka positif naik dua kali lipat.  “Berdasarkan pengujian genome sequencing sekitar 3.000 sampel di DKI Jakarta, 11 persen di antaranya Variant of Concern, termasuk dalam hal ini varian Delta,” ujarnya.