Advertisement
KAI Diminta Lakukan Tes Acak di Stasiun Utama KRL
Ilustrasi-Sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/7/2020). - ANTARA/Fakhri Hermansyah
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) diminta melakukan tes secara acak kepada penumpang kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek, di sejumlah stasiun utama. Hal tersebut mengingat kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan di Jakarta dan sekitarnya.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan KRL merupakan salah satu moda transportasi favorit masyarakat sehingga memerlukan perhatian khusus sebagai bagian upaya untuk bersama-sama menekan penyebaran Covid-19.
Advertisement
"Saya mendapat laporan, bahwa jumlah pergerakan penumpang KRL per harinya cenderung meningkat, yaitu sekitar 400-500.000 penumpang per hari. Walaupun di masa normal bisa di atas satu juta penumpang, tetapi ini harus kita sikapi mengingat saat ini terjadi peningkatan kasus Covid-19. Oleh karenanya kami tugaskan kepada PT KAI untuk melakukan random check di stasiun utama seperti di Gambir, Senen, Manggarai, dan stasiun utama lainnya di lintas Bekasi, Bogor, dan Tangerang,” katanya, dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (19/6/2021).
Lebih lanjut, Budi menjelaskan tes secara acak ini perlu dilakukan untuk memberi peringatan kepada masyarakat bahwa saat ini sedang terjadi peningkatan kasus Covid-19 dan diharapkan masyarakat tidak melakukan perjalanan jika tidak ada keperluan mendesak.
Baca juga: Tak Berizin, Sat Pol PP Kota Jogja Tindak Reklame Toko Berjejaring
"Kami mengimbau kepada masyarakat kalau kondisi tidak begitu fit dan merasa sakit agar menghindari perjalanan dan juga pergerakan yang tidak perlu,” jelasnya.
Ia menambahkan Ditjen Perhubungan Darat akan menyediakan bus-bus di sejumlah titik stasiun sebagai alternatif angkutan agar kondisi penumpang kereta tidak berdesakan.
Sementara itu, Direktur Utama PT. KAI Didiek Hartantyo menyatakan siap untuk melaksanakan tes acak di beberapa stasiun utama.
Menurutnya, perseroan telah melakukan penerapan protokol kesehatan dengan ketat terhadap penumpang KRL seperti misalnya mewajibkan untuk penumpang memakai masker, mencuci tangan, memberi tanda tempat duduk dan tempat berdiri agar penumpang dapat menjaga jarak dan membatasi kapasitas penumpang hanya 74 penumpang di setiap gerbong kereta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pemkab Gunungkidul Akan Tetapkan 21 Cagar Budaya Baru, Ini Daftarnya
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Newcastle United Siap Hadapi Manchester City dengan Modal Positif
- Warga Jogja Diamankan Polisi Diduga Lakukan Begal Payudara di Sanden
- Putusan MA AS Batalkan Tarif Trump, RI Pantau Perkembangan
- Lucas Morelatto Sebut Laga Persijap vs Persebaya Layaknya Final
- Bruno Gomes Tak Sabar Debut Bersama Persis Lawan PSBS
- Waktu Buka Puasa dan Salat Magrib di Jogja Hari Ini
- The Alana Yogyakarta Sajikan Ramadhan Rasa Nusantara
Advertisement
Advertisement







