Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Mengkhawatirkan

Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta melakukan dekontaminasi usai menyemprotkan cairan disinfektan di Kompleks Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (1/12/2020). Proses disinfeksi tersebut dilakukan menyusul terkonfirmasi positif Covid-19 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria. - Antara\\r\\n\\r\\n
16 Juni 2021 07:57 WIB Nancy Junita News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta melalui Kepgub No. 759 Tahun 2021 dan Ingub No. 39 Tahun 2021 kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 28 Juni 2021.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di akun Instagram @aniesbaswedan, Selasa (15/6/2021) menyebut, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, kondisi pandemi di Ibu Kota menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, karena peningkatan terjadi terus-menerus dan signifikan, terutama pascalibur lebaran.

“Adanya varian baru Covid-19 yang berasal dari luar negeri juga harus terus diwaspadai, terutama varian Delta B1617.2 yang sudah bertransmisi di Jakarta,” tulis Anies.

Melihat Jakarta yang memasuki fase krusial dan mencegah agar tak masuk fase genting, seluruh jajaran Pemprov DKI kini tengah bekerja menyiapkan antisipasi jangka pendek sekaligus terus bersinergi dan berkolaborasi dengan jajaran forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat.

“Kondisi saat ini harus membuat kita semakin waspada dan menyadari akan bahaya Covid-19 dan mutasinya. Meski sudah divaksinasi, tetap disiplin menjaga protokol kesehatan adalah tanggungjawab kita bersama,” tulis Anies.

Gubernur DKI mengingatkan warga Jakarta untuk menjaga diri dan keluarga kita dengan mematuhi seluruh peraturan PPKM Mikro.

Perlu diketahui, semua sanksi terhadap pelanggaran masih tetap berlaku.

“Jika kamu menemukan pelanggaran PPKM di Jakarta segera laporkan melalui aplikasi JAKI,” pungkas Anies.

Kasus Aktif

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.502 orang, Selasa (15/6/2021), sedangkan total kasus aktif di DKI hampir menembus 20.000 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia menuturkan, pihaknya telah melakukan tes PCR terhadap 13.192 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 8.970 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.502 positif dan 7.468 negatif.

"Dalam seminggu terakhir ada 82.497 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 388.637 per sejuta penduduk,” kata Dwi melalui keterangan resmi, Selasa (15/6/2021).

Dia menuturkan, jumlah kasus aktif di Jakarta naik sejumlah 148 kasus, sehingga jumlah kasus Covid-19 aktif sampai hari ini hampir menembus 20.000 kasus atau tepatnya mencapai 19.244 kasus.

Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 452.295 kasus.

Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 425.417 dengan tingkat kesembuhan 94,1 persen, dan total 7.634 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,8 persen.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 18,4 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 10,9 persen.

Sumber : Bisnis Indonesia