Advertisement

Jokowi Telepon Kapolri soal Pungli di Koja, 24 Orang Ditangkap

Newswire
Jum'at, 11 Juni 2021 - 07:47 WIB
Sunartono
Jokowi Telepon Kapolri soal Pungli di Koja, 24 Orang Ditangkap Dokumentasi - Puluhan pengemudi angkutan barang menggelar demonstrasi di Kawasan Koja, Jakarta, Jumat (27/5). Mereka menuntut penghapusan pungutan liar (pungli) yang kerap mereka alami di pelabuhan. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Utara  memeriksa secara intensif 24 orang yang diduga terkait kasus pungutan liar (pungli).

Pemeriksaan tersebut terjadi tak lama setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ditelepon Presiden Joko Widodo saat menerima aduan dari sopir kontainer di Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Terminal Peti Kemas Koja, Jakarta Utara, Kamis (10/6/2021).

BACA JUGA : PPDB di Jogja Diduga Ada Pungli, Aliansi Masyarakat Sipil

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

"Ya, sudah kami amankan ada 12 (orang) tambah 12, berarti ada 24 lagi kami periksa secara intensif dari dua lokasi. Satunya di depo PT Greeting Fortune Container (GFC), satunya lagi di depo PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta," kata Kepala Kepolisian Resor Metro (Polrestro) Jakarta Utara (Jakut) Komisaris Besar Polisi Guruh Arif Darmawan saat dihubungi wartawan di Jakarta, Kamis (10/6/2021) malam.

Menurut Guruh, personelnya masih dalam tahap memeriksa dan belum menetapkan tersangka dari kasus kriminal jalanan itu.

"Belum, masih kami periksa mereka. Kami dalami," kata Guruh.

Kapolres memastikan akan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat guna mencegah pungli terjadi lagi di wilayah Jakarta Utara.

"Kami akan menindak tegas. Ini kan memberatkan para pengemudi," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi bertemu sejumlah sopir kontainer untuk mendengar langsung keluhan yang mereka alami, terutama soal pungli.

Advertisement

BACA JUGA : Gawat! Ada Dugaan Pungli Program Indonesia Pintar

Sopir bernama Agung Kurniawan (38) warga asal Ngawi mengadukan kepada Presiden tentang maraknya pungli menimpa di depo pelabuhan.

Depo adalah tempat meletakkan kontainer yang sudah dipakai atau mengambil kontainer yang akan dipakai "shipping line".

Advertisement

Hal itu dikonfirmasi pula oleh rekan Agung bernama Abdul Hakim. Dia mengatakan, kemacetan menambah leluasa pergerakan para preman tersebut dalam menjalankan aksinya memalak sopir kontainer.

Mendengar keluhan itu, Presiden langsung menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar masalah itu segera dituntaskan.

 

 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Kantor Kemenag Kulonprogo Kukuhkan 11 Agen Perubahan 2022

Kulonprogo
| Senin, 26 September 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement