Advertisement

Ini 2 Langkah Cegah Peretasan Data Pribadi di Medsos

Newswire
Rabu, 09 Juni 2021 - 10:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Ini 2 Langkah Cegah Peretasan Data Pribadi di Medsos Media sosial - istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, SEMARANG - Pengguna media sosial diingatkan untuk melakukan verifikasi dua langkah dan mematikan layanan pihak ketiga pada akun medsos guna mencegah peretasan data pribadi. Hal tersebut disampaikan oleh Pakar keamanan siber dari CISSReC Doktor Pratama Persadha. 

"Perihal keamanan siber ini sama sekali belum ada edukasi ke bawah," kata Pratama Persadha melalui percakapan WhatsApp [WA] di Semarang, Rabu (9/6/2021) pagi, dalam rangka Hari Media Sosial di tengah pandemi Covid-19, tepatnya jatuh pada tanggal 10 Juni 2021.

Ketua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC ini mengemukakan, bahwa wabah yang melanda Tanah Air sejak Maret 2020 telah mendorong masyarakat untuk melek teknologi. Namun, sayangnya masih minus edukasi tentang sisi keamanannya.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Saat menggunakan WhatsApp dan media sosial, misalnya, disarankan agar pengguna sebisa mungkin semua akun sudah ditambahkan verifikasi dua langkah agar tidak mudah diretas atau diambil pihak lain.

Dia lantas menjelaskan, cara mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah di WhatsApp, yakni pilih ikon tiga titik di pojok kanan atas aplikasi WA, kemudian pilih menu Settings, masuk ke pengaturan Account, pilih two step verification, bikin personal identification number (PIN) 6 digit angka, lalu masukkan juga alamat surel (email).

Pratama yang pernah sebagai pejabat Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) yang kini menjadi BSSN mengutarakan, bahwa tingkat keamanan memang bergantung pada dua pihak, pihak penyedia platform dan pihak user.

Oleh karena itu, dari sisi media sosial, sebenarnya akan sangat aman bila sudah dilakukan verifikasi dua langkah. Namun, dari sisi platform video conference sempat banyak keluhan, seperti zoom yang mudah diretas.

"Seiring dengan berjalannya waktu, beberapa kelemahan sudah berusaha ditutup," kata Pratama yang juga dosen pascasarjana pada Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN).

 

Advertisement

 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Muhammadiyah Jogja Expo II Diselenggarakan 6-9 Oktober, Menteri Akan Jadi Pemain Ketoprak

Jogja
| Senin, 26 September 2022, 16:47 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement