Advertisement

Indonesia Batalkan Ibadah Haji 2021, Negara Lain Masih Menunggu

Nindya Aldila
Kamis, 03 Juni 2021 - 20:27 WIB
Nina Atmasari
Indonesia Batalkan Ibadah Haji 2021, Negara Lain Masih Menunggu Ilustrasi Ibadah Haji 2021 - Instagram: Haramain Info

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Indonesia menjadi negara pertama yang memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji 2021 lantaran masih bergulirnya pandemi Covid-19 dan penyebaran varian baru di berbagai belahan dunia.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas baru saja membatalkan pemberangkatan haji bagi warga negara Indonesia pada tahun ini dengan pertimbangan kesehatan. “Karena masih pandemi dan demi keselamatan jemaah, pemerintah memutuskan bahwa tahun ini tidak memberangkatkan kembali jemaah haji Indonesia,” kata Menag Yaqut dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (3/6/2021).

Berdasarkan paparan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada November 2019, jumlah jemaah haji Indonesia menjadi yang terbesar dengan jumlah 221.000 orang pada 2019, diikuti dengan Pakistan (179.210), India (170.000), Bangladesh (127.198), dan Mesir (108.000).

Baca juga: KAI Rugi Rp303,4 Miliar & Trending di Twitter

Sementara itu, sejumlah negara masih bimbang membuat keputusan. Pakistan sebagai negara dengan jemaah haji terbesar kedua setelah Indonesia juga mengaku belum mendapatkan informasi mengenai jumlah kuota.

The News International yang berbasis di Karachi melaporkan bahwa Menteri Agama dan Kerukunan Umat Beragama Pakistan Noor-ul-Haq Qadri mengatakan masih menunggu kepastian dari Arab Saudi.

Berdasarkan percakapannya dengan Menteri Haji dan Umrah Saudi, Kerajaan telah mengkonfirmasi bahwa penetapan kebijakan haji 2021 belum selesai.

“Otoritas Saudi juga menginformasikan bahwa berita tentang jumlah jemaah [yang beredar] merupakan rekomendasi belaka dari Kementerian Kesehatan Saudi,” seperti dikutip dari The News International pada 24 Mei lalu.

Baca juga: Polres Bantul Akan Periksa Provokator Pemakaman Jenazah Positif Covid Tanpa Prokes di Trimurti

Sementara itu, Dhaka Tribune melaporkan bahwa Menteri Agama Tambahan Sekretaris (Haji) Bangladesh A Hamid Zamadder mengatakan telah memperoleh informasi bahwa Saudi memberikan kuota haji sebanyak 45.000 jemaah yang telah divaksin dari berbagai negara dan 15.000 dari dalam Saudi.

Advertisement

“Kami belum mengetahui berapa kuota untuk Bangladesh, tetapi upaya diplomasi terus berjalan untuk memastikan kita dapat mengirim jemaah sebanyak mungkin,” ungkapnya.

Adapun India memperkirakan kurang dari 5.000 jemaah yang bisa diberangkatkan untuk menunaikan haji pada tahun ini.

“Jika kita menghitung kuota India berdasarkan populasi, maka akan ada sekitar 4.500 jemaah. Kalau tidak, di waktu normal, 2 lakh [200.000] biasa pergi haji dari India,” kata Deputi CEO Komite Haji India Fazal Siddiqui seperti dikutip dari Times of India.

Advertisement

Kendati demikian, India masih termasuk dalam daftar negara yang dilarang masuk ke Saudi.

Pada masa normal, total jumlah jemaah yang menunaikan ibadah haji di Mekkah setiap tahunnya mencapai 2,5 juta. Sejak pandemi Covid-19, untuk pertama kalinya jemaah dibatasi hanya 1.000 orang pada 2020.

Hanya penduduk Saudi yang boleh mendaftar haji, mengikuti penutupan penerbangan internasional. Pelaksanaan ibadah haji pada tahun lalu boleh dibilang sukses mengingat tidak terjadi penyebaran virus corona selama periode haji.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Gelar Pertemuan di Jogja, Aktivis 98 Ingatkan Politikus Jangan Suka Bikin Gimmick

Jogja
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 22:27 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement