Tinggal di Lereng Merapi, Warga Desa Ini Masih Harus Beli Air Bersih

Ilustrasi. - Reuters/Mike Hutchings
02 Juni 2021 20:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, KLATEN– Tinggal di lereng gunung tak menjamin warga bisa mengakses air bersih secara memadai.

Sebagian warga di wilayah lereng Gunung Merapi, Kecamatan Kemalang, Klaten, mulai membeli air bersih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka. Harga satu tangki air bersih berkisar Rp250.000 hingga Rp300.000.

Salah satu warga lereng merapi di Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Subur, mengatakan sebagian warga sudah membeli air bersih dengan harga rata-rata Rp250.000 per tangki ukuran 5.000 liter. Subur menjelaskan hujan akhir-akhir ini hujan mengguyur wilayah Tegalmulyo.

Hanya saja, guyuran air hujan tak sampai memenuhi bak penampungan air di rumah warga. alhasil, sebagian warga mulai membeli air bersih. “Sudah ada bantuan tetapi baru ke masjid-masjid. Untuk ke warga belum ada. Daerah rawan krisis air bersih di Tegalmulyo itu hampir seluruh wilayah,” kata Subur, Rabu (2/6/2021).

BACA JUGA: Bangun Pagi Lebih Awal Bisa Kurangi Risiko Depresi

Kepala Desa (Kades) Tegalmulyo, Sutarno, mengatakan warga sudah membeli air bersih sejak awal Mei lalu. Harga air bersih tergantung lokasi pengiriman dengan kisaran Rp250.000 hingga Rp300.000 per tangki. Satu tangki air bersih, rata-rata cukup untuk memenuhi kebutuhan setiap keluarga selama dua pekan termasuk untuk memenuhi kebutuhan air bagi ternak. “Pengajuan bantuan sudah kami lakukan. Sementara, baru disalurkan ke masjid-masjid,” kata dia.

Sutarno juga menjelaskan hampir seluruh wilayah Tegalmulyo menjadi langganan krisis air bersih ketika kemarau tiba. Hanya empat wilayah RT yang tak terlalu terdampak krisis air bersih lantaran sudah mendapatkan sambungan rumah dari pengelolaan air bersih di Kali Jeroomah. “Yang sudah ada sambungan rumah dari Kali Jeroomah itu di empat RT tetapi airnya juga kurang. Untuk total warga Tegalmulyo ada 758 keluarga terdiri sekitar 2.500 jiwa,” tutur dia.

Kades Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Suprat Widoyo, mengatakan kebutuhan air bersih warga Tlogowatu hingga kini masih tercukupi mengandalkan air hujan yang tertampung pada tandon air di masing-masing rumah. Pemerintah desa setempat belum mengajukan permintaan bantuan air bersih ke pemkab.

Namun, ada sebagian warga yang sudah membeli air bersih dengan harga rata-rata Rp170.000 per tangki ukuran 5.000 liter. “Sementara ini belum mengajukan bantuan air bersih. Memang sudah ada sebagian yang beli karena mungkin ternaknya banyak kemudian tandon air di rumah ukurannya kecil,” tutur dia.

Kades Kendalsari, Supadi, mengatakan sebagian warga sudah membeli air bersih dengan harga bervariasi tergantung ukuran tangki hingga lokasi pengiriman. Rata-rata harga beli air bersih sampai ke wilayah Kendalsari Rp150.000 hingga Rp250.000 per tangki.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta, mengatakan jelang Lebaran lalu BPBD menyalurkan air bersih ke tiga desa yang terdapat pada kawasan rawan bencana (KRB) III erupsi Gunung Merapi. Penyaluran bantuan air bersih ke masjid-masjid itu dilakukan untuk mendukung kegiatan ibadah warga. Sementara itu, penyaluran air bersih lanjutan belum dilakukan.Pasalnya, belum ada pengajuan permintaan air bersih dari pemerintah desa yang masuk daerah rawan bencana kekeringan.

Sumber : Solopos.com