Letusan Mirip Tembakan Terdengar Saat Polisi Bubarkan Demo Belas Palestina di Solo, Ini Sumbernya

Massa pendemi menginjak-injak bendera Israel sebagai betuk kecaman atas serangan terhadap Palestina dalam aksi demo di Bundaran Gladak, Solo, Jumat (21/5/2021). - JIBI/Solopos/Wahyu Prakoso
21 Mei 2021 16:47 WIB Wahyu Prakoso & Suharsih News Share :

Harianjogja.com, SOLO—Suara letusan mirip tembakan atau petasan terdengar saat aparat kepolisian berupaya membubarkan massa demonstrasi bela Palestina di Bundaran Gladak, Pasar Kliwon, Solo, Jumat (21/5/2021).

Suara itu terdengar beberapa kali berdasarkaan rekaman video yang beredar. Menurut pengamatan JIBI, suara itu bukan tembakan melainkan suara petugas kepolisian memukul tameng atau shield yang mereka bawa.

Selain itu, polisi juga membuat suara-suara seperti knalpot motor yang digas berulang kali untuk membubarkan massa. Peserta aksi akhirnya mundur ke arah barat.

Sebelumnya, ratusan orang yang menamakan diri Himpunan Masyarakat Solo menggelar aksi demo mendukung Palestina di Bundaran Gladak, Pasar Kliwon, Solo, Jumat (21/5/2021) siang.

Aksi sempat diwarnai ketegangan saat massa menginjak-injak dan membakar bendera Israel. Saat orator berorasi, situasi juga sempat tegang saat ada seorang petugas kepolisian berpakaian sipil meminta orator untuk turun.

Jumlah peserta demo mencapai ratusan orang dan memenuhi hampir seluruh badan jalan di depan Patung Slamet Riyadi di Bundaran Gladak. Hal itu mengakibatakan arus lalu lintas tersendat.

Polisi berupaya membubarkan massa dengan menggiring ke arah barat. Pelaksana Humas Himpunan Masyarakat Solo, Endro Sudarsono, kepada wartawan di sela-sela demo mengatakan aksi itu adalah solidaritas sekaligus penggalangan dana untuk membantu rakyat Palestina.

"Ini aksi dalam bentuk tausiah dan penggalangan dana untuk rakyat Palestina yang terjajah sejak dulu oleh Israel, khususnya saat tarawih dibombardir di Jalur Gaza," ujar Endro.

Endro mengatakan mendukung langkah pemerintah Indonedia melaksanakan kewajiban konstitusionalnya yaitu menghapus penjajahan dari muka karena tidak sesuai perikemanusiaan dan perikeadilan.

Endro juga berharap pemerintah membantu rakyat Palestina khususnya untuk infrastruktur juga lobi-lobi internasional ke PBB, OKI, dan sebagainya agar mengutuk penjajajah Israel atas Palestina.

Mengenai izin ke kepolisian, Endro mengatakan sudah mengajukan izin untuk aksi sebanyak 50 orang. "Tapi ini sudah 50 lebih dan kami berharap semuanya menerapkan protokol kesehatan karena Solo masih pandemi Covid-19," ujarnya.