Covid-19 di Jakarta Disebut Memasuki Fase Terendah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Fadil Imran saat konferensi pers di Posko Terpadu Pemeriksaan Tes Cepat (Rapid Test) Antigen Drive Thru Polda Metro Jaya di Jalan Tol Km 34 Cibatu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (19/5/2021). - Antara \\r\\n
19 Mei 2021 14:07 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut Covid-19 di Ibu Kota saat ini sudah berada pada fase yang relatif terkendali.

Kondisi itu berdasarkan pada kurva kasus aktif Covid-19 yang cenderung menurun sembari berjalannya program vaksinasi nasional.

Hal itu diungkapkan Anies saat mengadakan inpeksi ke Pos Terpadu Pemeriksaan Tes Cepat Antigen kepada pemudik yang hendak kembali ke Jakarta di Kilometer 34 Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada Rabu (19/5/2021).

“Kami ingin Ibu Kota stabil dan kondisi pandemi yang masih sedang terjadi di Jakarta ini masuk di fase yang paling rendah selama satu tahun terakhir ini,” kata Anies.

Dalam inpeksi itu, Anies mengetahui 148 pemudik positif Covid-19 setelah dilakukan tes acak cepat antigen kepada 22.910 orang dari 5.955 kendaraan.

Saat ini, 148 pemudik yang teridentifikasi positif Covid-19 tengah dirujuk ke fasilitas kesehatan milik pemerintah pusat dan DKI Jakarta.

Adapun, 57 orang dirujuk ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, 17 orang ke rumah sakit sementara 74 lainnya melakukan isolasi mandiri.

“Kita tidak ingin kondisi ini berbalik seperti awal tahun, kita ingin agar kondisi makin hari makin baik, jumlah kasus aktif makin sedikit, jumlah penularan makin menurun, sehingga harapannya Jakarta dan sekitarnya bisa segera terbebas dari Covid-19,” kata dia.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kasus aktif Covid-19 di Jakarta masih bergerak fluktuatif selama dua pekan terakhir.

Pada 3 Mei 2021 ada peningkatan kasus aktif dari 7.039 menjadi 7.266 pada 15 Mei 2021. Pencatatan itu mengalami penurunan menjadi 7.146 pada 16 Mei 2021.

“Memang ada penurunan sebesar 120 kasus dari periode tanggal 15 sampai 16 Mei 2021. Namun, kami akan tetap waspada terjadinya peningkatan kasus pada dua minggu ke depan, terlebih periode ini merupakan periode setelah Idulfitri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti melalui keterangan tertulis, Senin (17/5/2021).

Widyastuti juga memastikan fasilitas kesehatan DKI Jakarta telah bersiap menghadapi penambahan kasus aktif, di mana per tanggal 17 Mei 2021, Dinkes DKI Jakarta menyiapkan 6.633 tempat tidur isolasi dan 1.007 fasilitas ICU.

Dari kapasitas tersebut, tingkat keterisiannya juga masih dapat dikendalikan, tempat tidur isolasi terisi 1.724 atau 26 persen, dan ICU terisi 338 pasien atau 34 persen.

Artinya, kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU masih di atas 50 persen.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia