Advertisement
Kenaikan Kunjungan ke Mal Jelang Lebaran Tahun Ini Lebih Baik
Suasana sepi terlihat di salah satu pusat perbelanjaan atau mal saat libur Natal dan Tahun Baru di Depok, Jawa Barat, Minggu (27/12). Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyampaikan bahwa sesuai prediksi, pada akhir tahun ini tidak ada kenaikan signifikan pengunjung mal. Penyebabnya karena adanya pembatasan aturan dari pemerintah dan daya beli masyarakat yang melemah. - JIBI/Bisnis.com/Himawan L Nugraha
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Pengelola pusat perbelanjaan menyebut adanya peningkatan jumlah kunjungan pada Lebaran tahun ini. Meski tingkat kunjungan lebih baik dibandingkan dengan musim yang sama tahun lalu, peningkatan disebut tak terjadi secara signifikan.
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyebutkan bahwa tingkat kunjungan ke pusat belanja telah mencapai puncaknya pada akhir pekan pertama Mei yang jatuh pada 1 dan 2 Mei 2021. Kenaikan didukung oleh besarnya jumlah penduduk yang berbelanja memenuhi kebutuhan jelang Lebaran.
Advertisement
“Tingkat kunjungan dan tingkat penjualan pada Ramadan dan Idulfitri pada 2021 ini akan lebih tinggi dari padatahun lalu, tetapi tidak akan terjadi peningkatan yang signifikan,” kata Alphonzus, Selasa (11/5/2021).
Asosiasi mencatat tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan jelang Lebaran pada 2020 naik sekitar 20 persen dibandingkan dengan hari biasa. Tahun lalu, operasional pusat perbelanjaan masih dibatasi dengan kebijakan pengendalian penyebaran Covid-19 yang lebih ketat.
Sementara untuk tahun ini, Alphonzus memperkirakan tingkat kunjungan ke pusat belanja pada momen Lebaran naik di kisaran 30 sampai 40 persen dibandingkan dengan Idulfitri tahun lalu. Di samping itu, tren kenaikan kunjungan pun disebutnya tak serta-merta akan memperbaiki tingkat okupansi pusat perbelanjaan.
“Meski ada kenaikan kunjungan, peningkatan okupansi di pusat perbelanjaan tidak bisa serta-merta terjadi karena membutuhkan waktu paling sedikit 6 bulan,” lanjutnya.
Tingkat okupansi tercatat turun menjadi hanya 70 sampai 80 persen selama pandemi terjadi pada 2020. Sementara untuk masa sebelum pandemi, tingkat okupansi di pusat belanja mencapai 80 sampai 90 persen.
Sementara itu, hasil analisis Mandiri Institute pada 5.872 tempat belanja di sembilan kota besar mencapai 128 persen pada jam-jam sibuk dibandingkan dengan situasi normal sebelum Ramadan.
Lonjakan diperkirakan terjadi karena aktivitas berbelanja atau kegiatan bersama yang meningkat saat Ramadan. Selain itu, relaksasi jam operasional dan kapasitas pengunjung pusat belanja juga turut memengaruhi kenaikan kunjungan tersebut.
Di sejumlah kota, kunjungan ke pusat belanja telah mencapai puncak kapasitas. Salah satu kota dengan tingkat kunjungan tertinggi pada periode 1 sampai 19 April 2021 adalah Makassar yang mencapai 304 persen. Jakarta menyusul di peringkat kedua dengan tingkat kunjungan mencapai 141 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DPR Minta KBRI Ambil Langkah Darurat Lindungi Jemaah Umrah Indonesia
- Hutan Rehabilitasi IKN Mulai Dihuni Satwa, Burung Kembali Berdatangan
- Emergency Alert Abu Dhabi Berakhir, UEA Nyatakan Situasi Aman
- Jadi Sorotan Publik, Gubernur Kaltim Kembalikan Mobil Dinas Rp8,49 M
- Wafatnya Khamenei Buka Babak Baru Sejarah Iran
Advertisement
Titiek Soeharto Minta Pengelola MBG Bukan Sekadar Cari Untung
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 1 Maret
- Rudal Konflik Mendarat di Bandara Dubai, 4 Staf Terluka
- IRGC Siapkan Serangan Brutal ke AS-Israel Seusai Khamenei Tewas
- Stok Minyakita dan Beras Bulog DIY Aman saat Ramadan
- Iran di PBB: Serangan AS-Israel Langgar Kedaulatan
- Harga Emas Naik Imbas Perang AS-Israel Melawan Iran, Cek di Sini
- Imigrasi Ngurah Rai Antisipasi Overstay WNA Akibat Perang Timur Tengah
Advertisement
Advertisement







