Wali Kota Magelang Imbau Kantor-Kantor Beli Parsel dari UMKM

Salah satu parsel dari UMKM Kota Magelang. - Ist/dok Prokompim Pemkot Magelang
03 Mei 2021 20:07 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1442 H, Pemkot Magelang mengimbau OPD dan BUMN/BUMD untuk membeli parsel dari produk UMKM Kota Magelang.

Imbauan ini bertujuan untuk menggelorakan Gerakan Belanja Produk UMKM guna mendorong percepatan kebangkitan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19.

Wali Kota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz mengeluarkan surat yang ditujukan kepada kepala OPD dan Direktur BUMN/BUMD di wilayah Kota Magelang. Surat tertanggal 26 April 2021, nomor 510/243/250, itu berisi permintaan untuk membeli parcel lebaran produk UMKM Kota Magelang.

“Tujuannya dalam rangka mendorong percepatan kebangkitan pelaku UMKM Kota Magelang di tengah pandemi Covid-19. Melalui surat ini, kami harap partisipasi OPD dan BUMN/BUMD untuk membeli parcel lebaran produk UMKM Kota Magelang,” ujar Dokter Aziz, sapaan dr. Muchamad Nur Aziz, Jumat (30/4/2021).

Baca juga: Lonjakan Pemudik Masuk Jogja Mulai Terjadi, Penumpang di YIA Naik 58 Persen

Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono menjelaskan surat itu berdasarkan surat dari Sekda Provinsi Jawa Tengah perihal Gerakan Belanja Produk UMKM Jawa Tengah. Tujuannya dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah tentang gerakan nasional bangga buatan Indonesia.

Di dalam surat tercantum dua jenis paket parsel yang bisa dipesan. Paket parsel pertama untuk BUMN/BUMD dengan tiga jenis paket seharga masing-masing Rp500.000, Rp400.000, dan Rp300.000. Paket kedua untuk OPD dengan tiga jenis paket, masing-masing Rp350.000, Rp300.000, dan Rp250.000.

“UMKM menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Maka, perlu sekali kita berupaya untuk membangkitkannya lagi di tengah pandemi ini. Dengan adanya program ini, kami harap geliat UMKM kembali bergairah, sehingga berdampak pula pada yang lain, seperti menekan pengangguran,” katanya.

Baca juga: 7 Hotel di Jogja Bisa Jadi Tempat Karantina untuk Pemudik

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Catur Budi Fajar Sumarmo menambahkan, surat tersebut memang disebarkan guna mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia dengan tagline Nglarisi Produk UMKM Kota Magelang.

“Sasarannya tidak hanya OPD dan BUMN/BUMD, tapi juga instansi vertikal, Camat, dan Lurah. Selain nglarisi, juga kita kenalkan produk UMKM agar tidak kalah dari produk pabrik besar. Produk UMKM tak kalah enak, bahkan lebih bervariasi,” jelasnya.

Dia mengutarakan, gerakan ini didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang langsung mengontak bank-bank di Magelang untuk turut mendukung gerakan ini. Hasilnya pun cukup menggembirakan dengan pemesanan yang langsung meningkat.

“Sampai saat ini total pemesanan sudah ada 69 pemesanan. Kami bantu marketing program ini, sehingga UMKM kita bangkit di tengah pandemi ini,” tuturnya.

Catur mengaku, ke depan pihaknya ingin membuat “Rumah Kemasan”. Rumah ini bertujuan membantu pelaku UMKM dalam upaya membranding, pengemasan, dan marketing. Termasuk keinginan memiliki showroom UMKM yang memadai untuk transit para wisatawan.

“Ini mimpi kami ke depan, sehingga produk UMKM kita makin dikenal dan berkualitas,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Forum UMKM Mega Tidar Kota Magelang, Fathurrazaq menyebutkan, pihaknya sangat menyambut baik gerakan ini. Pihaknya juga bersyukur, karena dengan kebijakan tersebut bisa membantu pelaku UMKM, terutama di masa pandemi ini.

“Gerakan ini bisa menambah omset pelaku UMKM yang di tengah masa pandemi ini sangat terdampak. Kami harap program ini dapat dilanjut setelah Lebaran, bentuknya bisa buat seragam ambil dari produk UMKM, pengadaan barang juga dari UMKM,” ungkapnya. (*)