Satpol PP Solo Sita 34 Botol Miras Tak Berizin Saat Razia Malam
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, JAKARTA- Warganet memberi sindiran pedas atas kasus dugaan suap yang menyeret Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024, Azis Syamsuddin terseret kasus dugaan suap yang menjerat Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial dan Penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju. Azis diduga sebagai perantara pertemuan keduanya.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengungkapkan politikus Partai Golkar itu menjadi aktor di balik pertemuan antara oknum penyidik KPK bernama Stepanus Robin Pattuju (SRP) dengan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.
Berdasarkan pantauan MNC Portal dalam Instagram @azissyamsuddin.korpolkam pada 17 April 2021, Azis mengunggah foto saat Rakornis Partai Golkar. Aziz mengenakan jas kuning ciri khas partai tersebut.
"Rakornis dengan sahabat partai Golkar Sumatera Utara. Golkar Indonesia, Indonesia Golkar! Bismillah," ucap Aziz dalam unggahan tersebut dikutip Rabu (28/4/2021).
BACA JUGA: Ustaz Abdul Somad Resmi Nikahi Fatimah
Sejumlah netizen juga mengomentari dirinya akan berurusan dengan komisi antirasuah sebelum dilakukan penggeladahan.
"Siap dipenjara tidak, pak?," cuit akun Instagram @lonermat3, 6 hari lalu.
"Lagi panas dingin ya pak? Makanya kalo dapet kekuasaan itu dijalankan dengan amanah," celetuk akun Instagram @hendrycandra, 5 hari yang lalu.
"Panik gak panik gak? Panik dong masa gakk," oceh akun Instagram @aldianangs, 5 hari lalu.
Artikel ini telah tayang di Okezone.com berjudul "Rumah Azis Syamsuddin Diacak-acak KPK, Netizen: Siap Dipenjara Pak?"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
Program MBG menyerap 1,28 juta pekerja dan melibatkan ribuan UMKM serta koperasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.
Peminat SNBT UGM 2026 mencapai 84.637 peserta. Sekolah Vokasi, Fakultas Teknik, dan Fisipol jadi fakultas paling diminati.
DPRD Kota Jogja siapkan Raperda Kota Layak Anak dengan melibatkan polisi untuk menangani kenakalan remaja dan kriminalitas anak.
WNA Brunei tewas di Blok M ternyata sempat menginap bersama pelaku di Jakarta Selatan sebelum penganiayaan maut terjadi.