Gerakan Kecoak Picu Gelombang Protes Besar di India
Ribuan anak muda India berdemo menuntut reformasi pendidikan. Cockroach Janta Party menjadi simbol perlawanan pasca polemik ujian NEET.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden./Antara-Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat tengah mengevaluasi dampak sanksi terbaru terhadap Rusia. Pemerintahan di bawah Joe Biden itu kini siap untuk meningkatkannya jika Kremlin gagal mengendalikan serangan peretasan dan berhenti ikut campur proses politik AS.
Melansir Bisnis.com--jaringan Harianjogjacom dari Bloomberg, Presiden AS Joe Biden memiliki sejumlah opsi termasuk memperluas langkah-langkah pelarangan lembaga keuangan AS dari pasar sekunder untuk obligasi dalam mata uang rubel yang diterbitkan oleh bank-bank negara Rusia.
Biden memerintahkan sanksi terbaru terhadap Rusia, termasuk pembatasan pembelian surat utang negara, sebagai tanggapan atas tuduhan bahwa Moskow berada di balik peretasan SolarWinds Corp. dan ikut campur dalam pemilihan umum AS tahun lalu.
AS juga memberikan sanksi kepada sejumlah entitas dan individu. Sebelumnya, pemerintah juga mengusir 10 diplomat Rusia yang bekerja di Washington, termasuk beberapa perwira intelijen.
Namun langkah tersebut diubah dan hanya menghukum Kremlin atas kesalahan di masa lalu sambil menjaga hubungan agar tidak semakin memburuk. Hal ini karena ketegangan tumbuh atas konsentrasi militer Rusia di dekat Ukraina.
Sementara itu, Rusia pada Sabtu menuduh seorang diplomat Ukraina mencuri informasi dan memberinya waktu tiga hari untuk meninggalkan negara itu. Ukraina mengisyaratkan akan menanggapi dengan cara yang sama.
Dua hari sebelum mengumumkan sanksi, Biden menawarkan untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin akhir tahun ini, bahkan setelah dia memperingatkan Putin mengenai sejumlah pelanggaran.
Untuk saat ini, para pejabat AS menantikan tanggapan Putin. Pada Jumat, Rusia mengusir 10 diplomat AS dan menjatuhkan sanksi pada delapan pejabat sebagai aksi balasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Ribuan anak muda India berdemo menuntut reformasi pendidikan. Cockroach Janta Party menjadi simbol perlawanan pasca polemik ujian NEET.
Bedog Artsfest ke-16 di Sleman mengusung tema Ngerawat Rasa dengan menjadikan sungai sebagai ruang seni dan pesan kepedulian lingkungan.
KKP akan mencabut izin KM Maulana 23 setelah dugaan kekerasan terhadap ABK viral. Kapal membawa 28 ABK dan kini diamankan di Dobo.
Pertamina kembali mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui Pertamina SMEXPO 2026 Regional Jogja.
Ganjar Pranowo membagikan momen bertemu Anies Baswedan dan Fery Farhati di Jogja dengan suasana santai dan penuh guyonan.
PSS Sleman tak mengambil libur selama jeda internasional. Pieter Huistra menggenjot fisik pemain dan membenahi setiap lini.