Mantan Teroris Ali Imron Sebut Peta Teroris Indonesia Ngeri

Ali Imron, mantan narapidana Bom Bali I saat meminta maaf kepada keluarga korban. - Suara.com/Ummi
17 April 2021 03:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ali Imron, mantan terpidana kasus terorisme Bom Bali 1, mengaku ngeri dengan peta teroris di Indonesia. Dia bersyukur apabila ada aksi teroris yang dinilainya berskala kecil.

Ali Imron tidak menjelaskan bagaimana peta teroris yang ia pahami. Hanya saja dirinya cukup bernafas lega ketika ada aksi-aksi terorisme dari para pelaku yang belum mampu membuat keributan besar.

"Saya itu sebetulnya mengerti peta terorisme di Indonesia ini paling ngeri. Makannya ketika tahu ada aksi yang kecil-kecil itu alhamdulillah aksi cuman seperti itu berarti ini terorisnya belum mampu membuat aksi yang besar, saya alhamdulillah," kata Ali Imron diskusi bertajuk Tangkis Teroris secara virtual, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: UGM dan RS Sardjito Sembuhkan Pasien Covid-19 Sakit Berat dengan Terapi Sel Punca

Sebagai mantan teroris, Ali Imron mengungkapkan, bahwa selalu ada jalan bagi para jihadis melakukan aksinya. Dia lantas mengatakan kalau para teroris itu sangat mendambakan kerusuhan.

Karena itu, ia memperingatkan betul kepada seluruh pihak untuk dapat membasmi penyebaran paham radikal yang melahirkan para teroris.

Bukan hanya menelusuri penyebaran paham radikalisme melalui aplikasi pesan instan saja, tetapi juga memotong hubungan antara satu teroris dengan teroris lainnya.

"Jadi sekali lagi membicarakan masalah tadi dari media bahwa teroris menggunakan media itu hanya salah satu cara, tetapi bukan itu sebetulnya yang terpenting adalah paham ini, paham ini yang sudah menjamur di Indonesia khususnya, itu yang harus kita perhatikan."

Sumber : suara.com