Presiden Jokowi Ingatkan Pemda soal Gas dan Rem Tangani Covid-19

Presiden Joko Widodo saat membuka rapat terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Negara, Rabu (6/1 - 2021) / Youtube Sekretariat Presiden
15 April 2021 10:37 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 masih melanda Tanah Air. Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengingatkan pemerintah daerah untuk berfokus pada upaya percepatan pemulihan kesehatan dan ekonomi.

“Gas dan remnya harus dilakukan secara tepat karena yang namanya Covid-19 ini barangnya tidak kelihatan. Jangan sampai terlalu mendahulukan ekonomi kemudian tidak memperhatikan penyebaran Covid-19, yang terjadi kenaikan kasus meningkat, pertumbuhan ekonominya justru tertekan turun,” kata Jokowi dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Kamis (15/4/2021).

Lebih lanjut, Kepala Negara juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak tergesa-gesa dalam membuka sektor-sektor yang ada di daerahnya agar tidak terjadi lonjakan kasus baru di kemudian hari.

Baca juga: Waspada! Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hujan Lebat Disertai Kilat

Dia mencontohkan, ada daerah yang pada Januari 2021 melaporkan penurunan kasus positif Covid-19 kemudian mulai membuka sektor ekonomi dua bulan setelahnya atau pada Maret.

Tidak lama berselang kegiatan ekonomi berjalan normal, kasus positif melonjak tajam.

“Hati-hati dengan itu. Jangan sampai karena kasusnya sudah turun kemudian tergesa-gesa untuk membuka sektor-sektor yang ada,” ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan bahwa kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro sukses menurunkan jumlah kasus aktif harian disertai dengan kebijakan vaksinasi massal.

Baca juga: Kini, Urus SIM Cukup dari Rumah. Hindari Calo dan Kerumunan

Walhasil, dia meminta pemerinta daerah untuk terus menerapkan kebijakan PPKM berskala mikro untuk mencegah penyebaran virus.

“Isolasi lingkungan terkecil sebelum kasus itu menyebar lebih luas lagi. Jadi jangan sampai kita itu me-lockdown kota atau kabupaten. Kalau di satu kabupaten kasusnya hanya terjadi di satu atau dua desa, ya desa itu yang diisolasi sehingga tidak menyebar lebih luas,” jelasnya.

Selain itu, Kepala Negara juga meminta dukungan penuh terhadap program vaksinasi massal yang dijalankan di seluruh wilayah Indonesia.

Sumber : Bisnis.com