Jelang Ramadan, Objek Wisata Air di Klaten Diserbu Pengunjung

Ilustrasi - Freepik
11 April 2021 23:27 WIB Taufik Sidik Prakoso News Share :

Harianjogja.com, KLATEN – Meski tradisi padusan ditiadakan, objek wisata air tetap diserbu pengunjung jelang Ramadan. Guna membatasi jumlah pengunjung di dalam objek wisata, pengelola menerapkan sistem buka-tutup. Kondisi itu seperti yang terjadi di Umbul Pelem, Desa Wunut, Kecamatan Tulung.

Objek wisata air yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Sumber Kamulyan, Desa Wunut itu kebanjiran pengunjung pada Minggu (11/4/2021).

Direktur BUM Desa Sumber Kamulyan, Sariyanto, mengatakan jumlah pengunjung naik drastis baru terjadi pada Minggu. Sariyanto mengatakan saat akhir pekan rata-rata pengunjung di Umbul Pelem 400-500 orang sejak ada pandemi Covid-19. “Kalau hari biasa rata-rata 200-300 orang. Jumlah pengunjung naik ya baru hari ini [kemarin]. Sampai siang ini kami perkirkan ada 1.000an lebih. Rata-rata dari wilayah Soloraya. Kalau dari Klaten justru sedikit,” kata Sariyanto saat ditemui di Umbul Pelem, Minggu.

Pengelola membuat pembatasan jumlah pengunjung guna memenuhi ketentuan jumlah pengunjung maksimal 25% dari kapasitas. Alhasil, sistem buka-tutup diterapkan di objek wisata air yang menempati lahan seluas 8.000 meter persegi tersebut pada Minggu. “Kalau sebelum ada pandemi itu sehari pengunjung mencapai 12.000 orang [saat akhir pekan atau liburan]. Kalau sekarang, kami terapkan pengunjung maksimal 3.000 orang setiap sesi. Ketika di dalam objek wisata sudah penuh, pintu masuk kami tutup. Ketika ada yang keluar, baru kami buka lagi. Kalau hari ini [kemarin] sudah tidak terhitung berapa kali kami terapkan buka-tutup,” jelas dia.

Sementara itu, tiket masuk ke Umbul Pelem mulai diterapkan Rp10.000 per orang dari sebelumnya Rp5.000 per orang. Penerapan tiket masuk Rp10.000 per orang itu rencananya berlaku hingga H+7 Lebaran. Soal protokol kesehatan yang diterapkan, Sariyanto mengatakan selain pembatasan jumlah pengunjung di dalam objek wisata, ada pembatasan jam operasional maksimal pukul 15.00 WIB.

Salah satu pengunjung, Suwandono, 57, mengatakan datang ke Umbul Pelem bersama lima anggota keluarganya. Pilihannya ke Umbul Pelem lantaran ada pilihan kolam renang untuk dewasa dan anak-anak selain tempat yang luas. “Sebenarnya khawatir [ada persebaran Covid-19]. Tetapi karena sudah terbiasa, ya akhirnya ndablek. Saya tetap berusaha menjaga jarak. Tetapi kalau kondisi seperti ini juga susah untuk menjaga jarak,” jelas dia.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disparbudpora Klaten, Sri Nugroho, mengatakan kegiatan tradisi padusan tahun ini ditiadakan. Namun, objek wisata tetap dibuka dengan menerapkan protokol sesuai yang diatur pada PPKM mikro yakni jumlah pengunjung maksimal 25% dari kapasitas dan jam buka objek wisata maksimal pukul 15.00 WIB.

Disinggung pengawasan objek wisata tirta mengantisipasi lonjakan pengunjung jelang Ramadan, Nugroho menjelaskan tim Satgas Covid-19 masing-masing objek wisata sudah berkoordinasi dengan Satgas RT/RW serta desa setempat. “Tim Satgas Covid-19 dari Disparbudpora juga akan memantau objek wisata mulai besok,” jelas dia.

Sumber : JIBI/Solopos