Batalkan Kebijakan Trump, Biden Lanjutkan Pendanaan untuk Palestina

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. - Antara/Reuters
08 April 2021 10:07 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintahan Presiden Joe Biden berencana melanjutkan pendanaan untuk badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendukung pengungsi Palestina.

Seperti diketahui, Palestina menghadapi krisis keuangan sejak mantan Presiden AS Donald Trump memangkas bantuan AS pada tahun 2018.

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan Amerika Serikat akan memberikan US$150 juta sebagai bantuan kemanusiaan kepada Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA).

UNRWA akan memberikan bantuan dan layanan lainnya termasuk perawatan kesehatan dan pendidikan kepada sekitar 5,7 juta pengungsi Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza, Lebanon, dan Yordania. Badan tersebut menyambut baik pengumuman AS tersebut

“UNRWA sangat senang bahwa sekali lagi kami akan bermitra dengan Amerika Serikat untuk memberikan bantuan kepada beberapa pengungsi paling rentan di Timur Tengah selain untuk memenuhi mandat kami untuk mendidik dan memberikan perawatan kesehatan primer kepada jutaan pengungsi setiap hari, kata Komisaris UNRWA, Jenderal Philippe Lazzarini dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Aljazeera.com, Kamis (8/4/2021).

Blinken mengatakan AS juga berencana memberi bantuan ekonomi pada Palestina senilai US$75 juta dan membantu pembangunan untuk Tepi Barat dan Gaza yang diduduki Israel. Selain itu ada pula batuan sebesar US$ 10 juta untuk program pembangunan perdamaian melalui Badan Pembangunan Internasional AS (USAID).

Washington juga akan melanjutkan "bantuan keamanan penting" tanpa menjelaskan lebih lanjut.

“Amerika Serikat berkomitmen untuk meningkatkan kemakmuran, keamanan, dan kebebasan bagi orang Israel dan Palestina dengan cara yang nyata dalam waktu dekat sebagai sarana untuk maju menuju solusi dua negara yang dinegosiasikan, Kata Blinken.

Presiden AS Joe Biden, yang menjabat pada 20 Januari, telah berjanji untuk mengambil pendekatan yang berbeda dalam hubungan Palestina dari pendahulunya.

AS selalu menjadi pembela setia Israel, tetapi Trump membawa hubungan itu ke tingkat lebih istimewa karena kedekatannya dengan Benjamin Netanyahu, perdana menteri Israel dari sayap kanan.

Pemerintahan Trump memblokir hampir semua bantuan untuk Palestina setelah memutuskan hubungan dengan Otoritas Palestina pada 2018. Langkah itu secara luas dilihat sebagai upaya untuk memaksa Palestina bernegosiasi dengan Israel untuk membentuk negara yang layak.

Sumber : bisnis.com