Uji Klinis Belum Selesai, Vaksin Buatan China yang Kelima Peroleh Izin Darurat

Seorang pekerja melakukan pemeriksaan kualitas di fasilitas pengemasan produsen vaksin China, Sinovac Biotech, yang mengembangkan vaksin untuk mengatasi Covid-19, dalam tur media yang diorganisir pemerintah di Beijing, China, 24 September 2020. - Antara/Reuters\\r\\n
21 Maret 2021 10:57 WIB JIBI News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Negara China telah memiliki lima macam vaksin Covid-19 per pekan ini. Izin penggunaan darurat untuk vaksin yang kelima diberikan kepada Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical Co. dan Akademi Ilmu Pengetahuan Cina.

Tim ilmuwannya dipimpin George Gao, Kepala Pusat Pengendalian dan pencegahan Penyakit Cina, yang mengembangkan vaksin dengan teknik berbeda daripada yang lain.

Akademi Ilmu Pengetahuan Cina, dalam pernyataannya Selasa lalu, mengatakan bahwa otoritas kesehatan di negara itu telah memberi izin penggunaan darurat pada 10 Maret 2021.

BACA JUGA : Jepang Tolak Atletnya Pakai Vaksin China saat Olimpiade

Izin diberikan sekalipun vaksin bernama ZF2001 itu belum melalui uji klinis fase 3-uji final melibatkan relawan dalam jumlah massal. Ini juga dilakukan terhadap empat jenis vaksin lainnya dari Sinopharm (2), CanSino, dan Sinovac.

Uji klinis tahap 3 vaksin Anhui masih berjalan di Cina, Ekuador, Indonesia, Pakistan, dan Uzbekistan dengan jumlah relawan disebut total 29.000 orang. Uzbekistan malah telah lebih dulu memberikan izin untuk vaksin itu untuk bisa langsung digunakan luas di dalam negerinya sejak awal Maret.

Akademi Ilmu Pengetahuan Cina mengklaim vaksin telah terbukti aman, tanpa reaksi berlawanan yang serius, dan mampu membangkitkan antibodi yang memicu kekebalan tubuh melawan Covid-19. Bukti berdasarkan hasil dari uji klinis 1 dan 2 yang telah diselesaikan Oktober tahun lalu. Adapun, tentang uji klinis tahap 3, disebutkan, "sedang berjalan dengan mulus."

BACA JUGA : Pemerintah China Izinkan Vaksin Covid-19 Sinovac untuk 

Ahli vaksin dari Shanghai, Tao Lina, mengatakan ZF2001 memiliki keuntungan karena lebih mudah dan murah untuk produksi massalnya. Vaksin dengan platform subunit protein rekombinan ini dikembangkan mirip pada vaksin hepatitis B juga flu ini yang tidak membutuhkan pabrik serta laboratorium dengan tingkat keselamatan tertinggi.

Penyimpanan dan distribusinya bisa dalam suhu kulkas biasa, 2-8 derajat Celsius. Semua itu dinilai bisa menekan harga vaksin dan ongkos distribusinya oleh pengguna. "Ketika sebuah pemerintah membeli vaksin Covid-19, pertimbangan harga tak bisa diabaikan," kata Tao Lina.

Catatannya, dibandingkan dengan vaksin Covid-19 lainnya dari dalam maupun luar Cina, vaksin baru ini diberikan dalam tiga dosis atau tiga kali penyuntikan, masing-masing berjarak 28 hari. Teknik dan platform subunit protein rekombinan juga yang pertama bagi vaksin Covid-19 yang telah mendapat izin penggunaan darurat.

BACA JUGA : China Bikin Vaksin Covid-19 yang Bisa Disimpan di Kulkas

"Tapi tingkat efektivitas vaksin ini bisa dibandingkan dengan vaksin protein rekombinan dan vaksin mRNA di dunia," bunyi pernyataan Anhui kepada Kantor Berita Xinhua.

Berdasarkan laporan Anhui Daily, Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical telah menyiapkan kemampuan berproduksi dengan kapasitas 300 juta dosis vaksin Covid-19 per tahun, atau vaksinasi 100 juta orang. Dijanjikan tambahan enam pusat produksi lain hingga akhir September ini dengan tambahan kapasitas produksi 600 juta dosis per tahun.