Advertisement
China Bikin Vaksin Covid-19 yang Bisa Disimpan di Kulkas
Petugas kesehatan di Beijing, China, sedang menyuntikkan vaksin inaktif Covid-19 kepada seorang warga yang termasuk kelompok berisiko tinggi, Sabtu (2/1/2021)./Antara - HO/Xinhua
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah perusahaan bioteknologi China tengah mengembangkan vaksin Covid-19 mRNA yang dapat disimpan di dalam lemari pendingin.
Guangzhou RiboBio telah mengujinya kepada hewan dan hasilnya menunjukkan vaksin berbasis mRNA tersebut dapat bertahan sekitar enam bulan jika disimpan pada suhu antara 2 hingga 8 derajat Celcius, demikian menurut harian Science and Technology Daily yang dikelola pemerintah.
Advertisement
Pendiri perusahaan Zhang Biliang mengatakan perusahaannya memiliki fasilitas bahan baku mRNA terbesar di China dengan kapasitas produksi hingga 100 juta orang per tahun.
Dia menjelaskan vaksin yang diproduksi dapat bertahan di suhu yang lebih tinggi karena teknologi lipid nanopartikel yang telah dipatenkan.
“Membandingkan vaksin mRNA dengan telur, Zhang mengatakan cangkang itu adalah senyawa lipid yang membawa fragmen mRNA, yang merangsang sistem kekebalan,” seperti dilansir dari South China Morning Post pada Minggu (7/2/2021).
Terlebih, produsen vaksin saat ini sedang mencari cara berbeda untuk menstabilkan dan membuat cangkang lebih aman.
Sementara itu, peneliti Pusat Nasional untuk Nanosains dan Teknologi China kini tengah mengembangkan vaksin dengan sistem pengiriman berbasis nanocarrier.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Benarkah Ramadan 2021 Punya Waktu Siang Terpanjang?
Dengan sistem tersebut, penyuntikan bisa lebih efisien dan efek samping yang ditimbulkan dapat dikurangi.
Bersaing dengan negara Amerika dan Eropa lainnya, China telah menjadi produsen vaksin Covid-19 terdepan.
Seperti diberitakan Xinhua, peneliti Institut Obat Militer Chen Wei mendorong ilmuwan China untuk mengeksplorasi penggunaan inovasi teknologi seperti bioteknologi, big data, komputasi awan, dan kecerdasan artifisial untuk memahami virus lebih baik.
Dalam acara Kongres Rakyat Nasional pada Minggu, Chen yang juga merupakan penasihat politik pemerintah mendesak dilakukannya penelitian awal tentang vaksin, uji asam nukleat, dan reagen deteksi antibodi terhadap varian strain baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
18 SMP di Bantul Ajukan Revitalisasi, Tunggu Persetujuan Pusat
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal F1 Jepang 2026: Duel Russell vs Antonelli di Suzuka
- Honda Bagikan Cara Hindari Blind Spot yang Picu Kecelakaan
- Film Bocah Gaza Masuk Oscar Dilarang Tayang di India, Ini Alasannya
- Titan 2 Elite Rilis Juni 2026, HP QWERTY Rasa BlackBerry
- PPPK Sleman Terancam PHK, Imbas Batas Belanja 30 Persen APBD
- Relate Banget! Film Ini Raih 1 Juta Penonton saat Lebaran
- Google Lyria 3 Pro Hadir, Bikin Lagu Tanpa Bisa Musik? Bisa!
Advertisement
Advertisement







