Kemendes PDTT Khawatir Covid-19 Serbu Desa Saat Musim Mudik

Ilustrasi - Calon pemudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Rabu (29/5/2019). - Antara
20 Maret 2021 21:27 WIB Thomas Mola News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi berharap masyarakat desa menjaga dan meningkatkan penerapan protokol kesehatan.

Penyebaran Covid-19 dikhawatirkan menyebar lebih masif di desa karena aktivitas mudik 2021.

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi mengatakan desa harus kuat untuk memiliki daya saing dan membantu pemulihan ekonomi nasional . Untuk itu warga desa harus mendapatkan vaksin sebagai bagian dari program vaksinasi nasional sehingga penyerbaran Covid-19 bisa ditekan.

"Saya berharap desa juga divaksin agar program nasional ini lebih sukses," katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (20/3/2021).

Budi Arie juga menyoroti kebijakan Pemerintah Pusat yang membolehkan program mudik yang sempat dilarang pada tahun 2020 lalu.

Menurutnya, desa harus siap mengantisipasi arus mudik 2021 ini. Dengan kesiagaan yang baik penyebaran Covid-19 di desa diharapkan bisa diredam.

Pasalnya, para pemudik dari kota bakal masuk ke desa, yang bisa saja membawa virus Corona ke desa. Budi Arie mendorong, Kemendes PDTT melakukan kajian intensif untuk menyikapi arus mudik 2021.

"Jangan sampai pandemi Covid-19 ini justru masuk ke desa. Kemendes PDTT harus bersikap dengan adanya kebijakan ini," katanya.

Budi Arie mengaku khawatir jika tidak ada upaya bersama mencegah penyebarannya, Covid-19 belum akan usai hingga 2022.

Menurutnya, butuh keterlibatan semua pihak dan kesadaran masyarakat untuk menegakkan protokol kesehatan.

"Harus terus laksanakan protokol kesehatan agar pandemi ini segera berlalu," imbuhnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia