Advertisement
Sudah 38 Orang Tewas, Hari Ini Militer Myanmar Masih Brutal Tembaki Pendemo
Suster Ann Nu Thawng tampak berlutut untuk memohon aparat menghentikan kekerasan kepada pendemo di Myanmar, Minggu (28/2/2021) - Twitter/@CardinalMaungBo
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pasukan keamanan Myanmar menembakkan amunisi aktif, peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan protes anti-kudeta ketika para demonstran kembali turun ke jalan hari ini, Kamis (4/3/2021). Sejak kudeta militer awal Februari lalu, tercatat telah 38 pendemo tewas akibat aksi represif militer Myanmar.
Unjuk rasa di Yangon, Mandalay, Myingan dan kota-kota lain dilakukan saat ribuan pelayat menghadiri pemakaman seorang wanita berusia 19 tahun yang terbunuh setelah kepalanya tertembak dalam aksi demonstrasi kemarin, Rabu (3/3/2021).
Advertisement
Pengunjuk rasa mengatakan mereka menolak untuk menerima kudeta militer 1 Februari dan bertekad untuk mendesak pembebasan pemimpin pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.
Pendemo menuntut pengakuan atas kemenangannya dalam pemilihan umum yang dihelat November 2020.
"Kami tahu bahwa kami selalu bisa ditembak dan dibunuh dengan peluru tajam," kata aktivis Maung Saungkha seperti dikutip Aljazeera.com, Kamis (4/3/2021). Dia menegaskan tidak ada artinya tetap hidup di bawah junta.
Sementara itu di Sachaung, lingkungan perumahan yang ditutup dengan barikade yang dibangun dari karung pasir, ban, batu bata, dan kawat berduri, Thinzar Shunlei Yi menggambarkan pembunuhan hari Rabu sebagai 'peristiwa mengerikan'.
Dia mengatakan perlawanan sekarang adalah tugasnya dan dia berjanji untuk melakukan protes setiap hari. "Sungguh mengerikan bahwa militer di Myanmar tidak pernah berubah sejak 1962," katanya.
Di beberapa bagian Yangon, pengunjuk rasa menggantung seprai dan sarung di seberang jalan untuk mengaburkan pandangan polisi.
Di sisi lain, aparat memasang kawat berduri untuk memperkuat barikade polisi kemudian melepaskan tembakan dan menggunakan gas air mata untuk membubarkan protes di kota serta di pusat kota Monywa. Polisi juga menembak massa di kota Pathein, sebelah barat Yangon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
- Lonjakan Kendaraan Arus Balik, Rest Area di Tol Ini Ditutup
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
Advertisement
GT Purwomartani Buka hingga 22.00 WIB, Kendaraan Dialihkan ke Tol
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Kadin Ingatkan WFH Satu Hari Tidak Bisa Berlaku Bagi Semua Sektor
- Penumpang Kereta Api Mendominasi Lonjakan Pemudik Lebaran 2026
- Pemerintah Menjamin Tidak Ada Pembatasan Pembelian Pertalite
- KONI Minta IMI Perkuat Pembinaan Atlet Balap Usai Veda Raih Podium
- Arus Balik, 15.287 Kendaraan Keluar DIY Via Gerbang Tol Purwomartani
- Lebaran, Pengunjung Candi Prambanan Capai 18.500 Orang Sehari
- Prabowo Telepon Presiden Palestina dan Erdogan Saat Momen Lebaran
Advertisement
Advertisement







