Koperasi Yayasan Milik Keluarga Soeharto Dibobol Maling

Ilustrasi
24 Februari 2021 17:57 WIB Noli Hendra News Share :

Harianjogja.com, PADANG - Kantor Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatra Barat, di Jalan Sutomo No.106 Padang dibobol maling.

"Ada uang senilai Rp256 juta beserta berkas-berkas penting di dalam brankas seberat 300 kilogram itu raib. Kejadian itu telah saya laporkan ke pihak kepolisian dan kini dalam proses penyidikan," kata Manajer Modal Kita KSU Derami Padang Margono Okta, ketika dihubungi Bisnis di Padang, Rabu (24/2/2021).

KSU Derami Padang adalah koperasi mitra dari Yayasan Damandiri yang merupakan salah satu yayasan milik keluarga Soeharto. Kondisi ini pun diakui pria yang akrab disapa Meno itu, telah disampaikan ke Yayasan Damandiri.

Dia menjelaskan semenjak Yayasan Damandiri memilih KSU Derami untuk menyalurkan pinjaman modal usaha senilai Rp3 miliar, belum pernah terjadi hal yang demikian. Bahkan Meno pun merasa KSU Derami tidak pernah memusuhi seseorang maupun sekelompok orang.

"Selama ini KSU Derami Padang bergerak memberikan pinjaman lunak kepada masyarakat kurang mampu. Saya merasa kita memiliki tujuan baik. Tapi pada Minggu (22/2) kemarin di waktu subuhnya, brankas di kantor raib, dan hal itu dapat dilihat dari CCTV kantor," ujarnya.

Meno menyebutkan kondisi ini pun telah disampaikan ke pihak Yayasan Damandiri, namun sampai hari kedua pasca kejadian ini, belum ada respons. Menurutnya dengan kejadian ini, pihak Yayasan Damandiri harus tahu, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.

"Uang yang hilang itu sangat banyak. Saya menegaskan jika tidak ada respon dari Yayasan Damandiri, jangan paksa KSU Derami untuk ganti rugi. Karena ini kejadiannya musibah," ucapnya.

Saat ini Meno sebagai manager di unit usaha yakni Modal Kota di KSU Derami Padang, masih memberikan keterangan laporan kejadian tersebut di kantor kepolisian setempat.

Beruntung, berkat adanya video CCTV pihak kepolisian pun tengah berupaya untuk mencari tahu pelaku.

"Sebenarnya ada yang saya curigai soal kejadian ini. Pertama ada keterlibatan orang dalam (pengurus koperasi) sebagai informan, dan kedua orang yang pernah bekerja (mantan karyawan) di KSU Derami Padang. Tapi bagaimanapun juga, pihak kepolisian lah yang akan bekerja, semoga pelaku segera ditangkap," harapnya.

Meno menjelaskan selain membawa rekaman video CCTV untuk melaporkan kejadian itu, juga ada brankas yang ditemukan warga di kawasan Indarung, Lubuk Kilangan Padang, yang dibuang dekat dari tempat cucian mobil.

Kondisi brankas yang ditemukan oleh warga itu sudah dirusak, tidak ada sehelai surat maupun uang yang tinggal di dalam brankas itu.

Karena selain ada uang senilai Rp256 juta, di dalam brangkas tersebut juga ada surat-surat penting, seperti seluruh ijazah karyawan dan pengurus, serta surat-surat aset koperasi seperti kendaraan, termasuk adanya surat tanah.

"Saya berharap betul, jika nanti pelaku ditangkap, bila uang tidak bisa dikembalikan. Surat-surat itu semoga bisa kembali dalam keadaan utuh. Karena ijazah itu amatlah penting bagi karyawan di KSU Derami, dan termasuk ijazah saya juga ada di dalam brankas itu," pinta dia.

Meno juga menjelaskan, sehari sebelum kejadian tepatnya di hari Sabtu (20/2), seluruh anggota menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT). Bahkan hasil RAT itu KSU Derami mengumumkan Sisa Hasil Usaha (SHU) 2020 mencapai Rp130 juta.

Melihat hasil SHU 2020 yang begitu menggembirakan, Meno mengaku telah berniat untuk membagikan keuntungan SHU tersebut. Namun malangnya, keesokan harinya Minggu (21/2) maling membobol kantor KSU Derami Padang.

Dari rekaman video CCTV itu dapat terlihat pelaku berjumlah 4 orang dan menggunakan mobil Toyota Avanza berwarna hitam. Brankas seberat 300 kilogram itu pun diangkat dengan jumlah 4 orang, dan setelah berhasil memasukan ke dalam mobil, para pelaku kabur ke arah lampu merah Lubuk Begalung Padang. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia