Banjir Bikin Kacau Jadwal Penerbangan Lion Air Group

Pesawat Lion Air terparkir di Apron Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
20 Februari 2021 16:17 WIB Anitana Widya Puspa News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Operasional penerbangan Lion Air dan Batik Air hingga Sabtu (20/2/2021) pukul 13.00 WIB mengalami penundaan dan terganggu dari sisi tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) dengan keberangkatan dari Halim Perdanakusuma (HLP) dan Bandara Soekarno–Hatta (CGK) akibat genangan yang menghambat akses ke dua bandara tersebut.  

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan pada hari ini untuk jadwal keberangkatan dari Bandara Halim Perdanakusuma terdapat enam penerbangan dengan ketepatan waktu rata-rata 80 persen antara lain 1 kali tujuan Balikpapan–Tarakan, 1 kali tujuan Kualanamu Medan, 1 kali tujuan Malang, 1 kali tujuan Surabaya, 1 kali tujuan Palembang, 1 kali tujuan Pekanbaru.

BACA JUGA : Permintaan Meningkat, Penerbangan Pesawat di YIA

“Keberangkatan penerbangan ID-7271 tujuan Balikpapan–Tarakan dan penerbangan ID-7011 ke Kualanamu Medan mengalami keterlambatan rata-rata 60 menit dikarenakan operasional untuk memastikan keselamatan dan keamanan, bahwa bandar udara ditutup sementara berdasarkan pengumuman resmi dari otoritas bandar udara [Notam],” ujarnya melalui keterangan resmi, Sabtu (20/2/2021)

Sementara itu, untuk keberangkatan dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) terdapat 31 penerbangan Batik Air 31 penerbangan rata-rata ketepatan waktu 87,09 persen. Penerbangan itu terdiri atas 1 kali tujuan Samarinda, 1 kali tujuan Ambon, 1 kali tujuan Banjarmasin, 1 kali tujuan Balikpapan, 1 kali tujuan Batam, 1 kali tujuan Banda Aceh, 1 kali tujuan Jambi, 1 kali tujuan Denpasar Bali, 1 kali tujuan Silangit Danau Toba, 1 kali tujuan Kendari, 2 kali tujuan Kualanamu Medan, 1 kali tujuan Lombok Praya, 1 kali tujuan Kupang, 1 kali tujuan Manado, 1 kali tujuan Pangkalpinang, 1 kali tujuan Padang, 1 kali tujuan Pekanbaru, 1 kali tujuan Palangkaraya, 1 kali tujuan Palembang, 1 kali tujuan Palu, 1 kali tujuan Pontianak, 1 kali tujuan Sorong, 1 kali tujuan Semarang, 1 kali tujuan Surabaya, 4 kali tujuan Makassar, dan 1 kali tujuan Yoggyakarta Kulonprogo.

BACA JUGA : Penumpang Pesawat di DIY Meningkat 28% pada Desember

Adapun, untuk Lion Air terdapat 11 penerbangan rata-rata ketepatan waktu 100 persen. Penerbangan itu terdiri atas 1 kali tujuan Balikpapan, 1 kali tujuan Denpasar Bali, 1 kali tujuan Kualanamu Medan, 1 kali tujuan Lombok Praya, 1 kali tujuan Palangkaraya, 3 kali tujuan Pontianak, 1 kali tujuan Solo, dan 2 kali tujuan Makassar.

Secara umum, Danang menjelaskan bahwa perusahaan telah mengantisipasi serta melaksanakan sebagaimana standar operasional prosedur (SOP) sehingga berjalan tertib dan kinerja perusahaan lebih optimal.

“Komitmen Lion Air Group ialah mengutamakan pelayanan terbaik kepada penumpang dan akan meminimalisir akibat yang timbul, agar penerbangan Lion Air Group lainnya dapat beroperasi normal dari dampak cuaca [hujan deras dan banjir] yang mengakibatkan terganggunya lalu lintas jalur darat menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta serta Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma,” tuturnya.

Kondisi tersebut termasuk force majeure. Oleh karena itu, Lion Air Group sangat memahami atas situasi dan kondisi yang terjadi sehingga dalam upaya memberisolusi terbaik kepada penumpang yang terganggu perjalanan udara, Lion Air Group memberi kebijakan kepada calon penumpang, di antaranya pembebasan biaya untuk perubahan jadwal keberangkatan (re-schedule) dan proses pengembalian dana dari tiket (refund) sesuai dengan aturan yang berlaku.

BACA JUGA : Semua Penerbangan dari Adisutjipto Pindah ke Bandara

Dari sisi operasional penerbangan, Lion Air menilai periode jam operasional hingga pukul 13.00 adalah normal (tidak terdapat kendala signifikan). Dengan demikian, rencana pergerakan pesawat udara dan kru berjalan lancar sebagaimana jadwal penerbangan.

Lion Air Group telah menginformasikan kepada kru dan staf yang akan bertugas (on duty) agar menggunakan akses yang mudah dan tepat sebagai pilihan atau alternatif terbaik menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia