Advertisement

Produksi Massal Vaksin Merah Putih Mundur, Ini Sebabnya

Rahmad Fauzan
Sabtu, 13 Februari 2021 - 18:37 WIB
Budi Cahyana
Produksi Massal Vaksin Merah Putih Mundur, Ini Sebabnya Dokter menyuntikkan vaksin CoronaVac ke lengan petugas medis saat vaksinasi COVID-19 dosis kedua di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (28/1/2021). Pemerintah menargetkan realisasi vaksinasi COVID-19 meningkat hingga sebanyak satu juta orang setiap hari karena sudah tersedia 30.000 petugas vaksinasi yang tersebar di 10.000 Puskesmas dan 3.000 rumah sakit. - Antara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Vaksin Merah Putih sudah hampir pasti baru diproduksi secara massal pada 2022 atau mundur dari perkiraan awal, yakni akhir 2021.

Juru Bicara dan Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto memperkirakan proses uji klinis vaksin Merah Putih baru selesai pada kuartal III/2022.

Dia menambahkan saat ini perusahaan sedang menunggu regulasi dari pemerintah serta penyerahan bibit dari Lembaga Biologi Molekul (LBM) Eijkman menyerahkan bibit vaksin pada Maret 2021.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

"Nanti di Bio Farma akan dilakukan optimasi dulu, kemudian uji praklinis, uji klinis fase 1, uji klinis fase 2 dan uji klinis fase 3. Perkiraan kegiatan-kegiatan di atas baru selesai pada kuartal III/2022," ujar Bambang kepada Bisnis, 13/2/2021).

Sebelumnya pemerintah memperkirakan vaksin Merah Putih diperkirakan tahun ini. Meski demikian, diundurnya jadwal produksinya menjadi pertengahan 2022 tidak dapat dihindari.

Saat ini, LBM Eijkman masih menyelesaikan proses awal, yakni pembibitan. Dengan metode yang digunakan, Eijkman mengisolasi satu virus yang didapatkan pada April 2020, untuk kemudian dipelajari virus lain, dikembangkan lebih lanjut dalam bentuk sel, dan dikirim dalam bentuk bibit ke Bio Farma.

Eijkman sebagai lembaga yang terlibat dalam proses pengembangannya baru akan menyerahkan bibit vaksin kepada Bio Farma pada akhir Maret 2021.

Kemungkinan tetap diundurnya produksi massal vaksin Merah Putih dari jadwal mula-mula hingga menjadi pertengahan 2022 pun kian besar.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengatakan produksi massal tersebut harus menunggu izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Advertisement

Adapun, izin penggunaan darurat oeh BPOM untuk vaksin Merah Putih kemungkinan baru akan keluar pada pertengahan 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Akademisi Jogja Tolak Penggantian Hakim MK Diduga Bermuatan Politis

Sleman
| Kamis, 06 Oktober 2022, 20:47 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement