Kasus di Ponorogo, 15 Nakes Kena Covid-19 seusai Disuntik Vaksin

Tenaga medis di Ponorogo bisa mendapatkan vaksin virus corona di Ponorogo, masih bisa terinfeksi virus corona bila tidak menerapkan protokol kesehatan. - ilustrasi
12 Februari 2021 12:57 WIB Novita Sari Simamora News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Hal yang tidak diduga muncul yakni sebanyak 15 tenaga kesehatan (nakes) terinfeksi virus corona (Covid-19) usai mendapatkan vaksin virus corona.

Kadinkes Ponorogo Rahayu Kusdarini menuturkan bahwa tenaga medis merupakan orang yang paling pertama disuntik vaksin vaksin virus corona (Covid-19) dan dijadikan prioritas utama di tengah pandemi.

Namun, usai disuntik vaksin virus corona sebanyak 15 tenaga kesehatan dinyatakan  positif Covid-19. Dari 15 tenaga kesehatan tersebut, sebanyak 10 nakes berasal dari pihak puskesmas dan 5 orang pegawai dinas kesehatan.

Irin membeberkan kepada wartawan bahwa beberapa nakes yang disuntik vaksin virus corona, diketahui terpapar virus corona. “Beberapa hari usai vaksinasi pertama, ada nakes yang terpapar dan ketahuan confirm,” kata Irin kepada wartawan, Kamis (11/2/2021).

Irin mengungkapkan dari 15 orang nakes di Ponorogo tersebut, ada beberapa yang belum divaksin. Dia mengklaim bahwa semua tenaga medis  telah mengikuti vaksin virus corona tahap pertama, tetapi antibodi belum terbentuk sempurna, maka potensi terpapar masih ada.

Adapun pembentukan antibodi bisa terjadi pada hari ke-12 setelah mendapatkan suntikan vaksin virus corona(Covid-19).

Adapun orang yang telah mendapatkan vaksin virus  corona Sinovac, bila terinfeksi Covid-19 maka  gejala dan infeksi yang dialami tidak akan separah orang  yang  belum divaksin.

Sebab, virus corona yang sudah dimatikan dan dilemahkan bisa membentuk antibodi pada orang yang mendapatkan vaksin.

Kini pemerintah terus mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan meski proses vaksinasi telah dimulai di Indonesia.

"Setelah vaksin, tidak berarti bebas sebebas-bebasnya, protokol kesehatan 5M tetap dijalankan setelah vaksin," kata Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo Ismail.

Protokol kesehatan yang dimaksud adalah memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Sumber : Bisnis Indonesia