Kapolres di Provinsi Ini Akan Dicopot Jika Gagal Kendalikan Covid-19

Ilustrasi - Antara
29 Januari 2021 07:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, MATARAM - Kapolres di wilayah Polda NTB harus siap-siap kehilangan jabatan. jika mereka dinilai gagal mengendalikan laju penularan Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

Ancaman pencopotan jabatan itu disampaikan Kapolda NTB Mohammad Iqbal.

"Jangan sampai ada kapolres yang saya evaluasi dan saya minta untuk dicopot. Saya usulkan untuk dicopot gara-gara tidak bisa kendalikan penularan virus [Covid-19] di wilayah masing-masing," kata Irjen Iqbal di Mataram, Kamis (28/1/2021).

Iqbal kembali meminta dengan tegas kepada seluruh kapolres yang bertugas agar lebih giat mengawal penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat.

Cegah munculnya kerumunan, kata Iqbal, terutama di pusat keramaian yang menjadi lokasi rentan penularan Covid-19.

"Saya sudah perintahkan dengan tegas seluruh kapolres, kalau [protokol kesehatan] ada yang mengabaikan, bubarkan," ujarnya.

Selain itu, upaya Kapolda NTB menekan angka penularan Covid-19 di tengah masyarakat dilakukan dengan menguatkan koordinasi bersama pemerintah daerah.

Iqbal mengharapkan pemerintah dan seluruh elemen terkait menjalankan peran dan aturan pencegahan penularan Covid-19 di tengah masyarakat dengan lebih tegas.

"Saya dorong seluruh bupati/wali kota, semua stakeholder, harus tegas membatasi kegiatan masyarakat," ujar Iqbal.

Iqbal melihat pembatasan kegiatan ini memang berbenturan dengan upaya masyarakat untuk bisa bertahan menjalankan roda ekonomi di tengah pandemi Covid-19 yang tak bisa diprediksi kapan akan berakhir.

"Jadi upaya menekan ini butuh kerja sama seluruh pihak. Jangan karena mementingkan ekonomi ini akan turun, akan tetapi perlu diingat kembali bahwa geliat ekonomi kadang-kadang kita harus rem, ini kita lakukan untuk kepentingan bersama, yaitu keselamatan masyarakat," katanya.

Iqbal pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama disiplin menjalankan protokol kesehatan dalam setiap kegiatannya.

"Utamanya kumpul-kumpul itu dikurangi lah, karena itu merupakan kegiatan yang paling banyak mengakibatkan penyebaran virus [Covid-19]," ujar Iqbal.

Sumber : Antara