Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 2021 di Angka 5,5 Persen

Layar menampilkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan pemaparan dalam acara Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 di Jakarta, Selasa (26/1/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
27 Januari 2021 01:27 WIB Hadijah Alaydrus News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan pemerintah tidak mengubah atau memangkas target pertumbuhan.

Jubir Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Alia Karenina mengungkapkan kisaran pertumbuhan 4 persen - 5,2 persen merupakan proyeksi sejumlah lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi pemerintah tetap di angka 4,5 persen - 5,5 persen sesuai dengan dokumen resmi pemerintah pada APBN 2021," ujar Alia, Selasa (26/1/2021).

BACA JUGA : Pertumbuhan Ekonomi di DIY 2019 Melesat Melampaui

Di berita Bisnis sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 akan mencapai sekitar 4 persen hingga 5,2 persen.

"Kalau kita lihat, di sektor perekonomian menurut berbagai indikator ekonomi dan kita lihat hampir seluruh lembaga menilai, pertumbuhan kita yang di 2020 kontraksi lebih kecil dari berbagai negara lain, kita lihat di 2021 pertumbuhan kita akan sekitar 4-5,2 persen," ujarnya pada Webinar Bisnis Indonesia Business Challenges 2021 bertajuk Akselerasi Pemulihan Ekonomi, Selasa (26/1/2021).

Pernyataan ini diterjemahkan bahwa pemerintah akhirnya memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun ini. Pasalnya, pemerintah sebelumnya menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 akan tumbuh pada kisaran 4,5 hingga 5,5 persen, dengan batas tengah 5 persen.

BACA JUGA : Pertumbuhan Ekonomi DIY Membaik, BI Sebut Ini Kuncinya

Adapun, optimisme pertumbuhan didorong oleh program vaksinasi tahap pertama yang sedang berjalan saat ini. Vaksinasi perdana yang dilakukan Presiden Joko Widodo pada 13 Januari lalu kini tengah diteruskankepada tenaga kesehatan dan pelayanan publik.

“Pemerintah sudah membuat jadwal dimana jadwal ini Presiden meminta bahwa vaksinasi akan diselesaikan di bulan Desember. Diharapkan vaksinasi ini dapat mencapai target. Sekarang sekitar 179.000 orang telah divaksinasi,” imbuhnya.

Menurut Airlangga, berdasarkan arahan Presiden tersebut, masyarakat yang direncanakan akan divaksinasi Januari-Maret 2022 akan ditarik maju menjadi lebih awal.

Airlangga mengimbau agar program vaksinasi dapat diawasi bersama. Dia juga mengimbau agar masyarakat senantiasa terus menjaga kedisiplinan dalam mencegah penyebaran Covid-19 dengan melakukan 3M, yakni Mencuci Tangan, Memakai Masker, dan Menjaga Jarak.

BACA JUGA : Pertumbuhan Ekonomi DIY Akan Lebih Baik Tahun Depan

“Selain itu, program Testing, Tracing, dan Treatment (3T) tetap harus dijalankan dan diikuti dengan ketersediaan obat. Diharapkan rumah sakit dapat menangani secara baik,” ujar Airlangga.

Catatan redaksi: berita ini merupakan ralat dari berita sebelumnya berjudul 'PPKM Perpanjang, Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2021 Dipangkas Jadi 4 Persen' karena terdapat informasi terbaru dari narasumber.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia