Tes Covid-19 di Indonesia Sudah Lampaui Standar WHO, Tapi Masalahnya...

Pendemo yang terjaring menjalani tes usap di Pos Polisi Cengkareng, Jakarta, Rabu (7/10/2020). - Antara\\r\\n\\r\\n
19 Januari 2021 22:37 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa jumlah pemeriksaan mingguan di Indonesia melebihi 100 persen target standar organisasi kesehatan dunia (WHO) atau di atas 270.000 tes per minggu.

Dia menjelaskan jumlah orang yang diperiksa secara mingguan pada 10 Januari 2021 sudah mencapai angka 290.764 orang. Dari standar WHO, artinya pemeriksaan di Indonesia sudah melebihi target WHO.

“Pada tanggal 10 Januari 2021, jumlah orang yang diperiksa mingguan sudah mencapai angka 290.764 orang atau sudah melebihi target WHO sebesar 107,69 persen,” katanya saat konferensi pers virtual, Selasa (19/1/2021).

Menurutnya, masifnya pemeriksaan selama ini menjadi salah satu pemicu terdeteksinya banyak kasus positif baru Covid-19. Walhasil, angka kasus positif meningkat cukup tajam dalam beberapa minggu terakhir.

“Namun secara bersamaan ini juga menandakan bahwa tingkat penularan masih tinggi di masyarakat,” ujarnya.

Adapun angka pemeriksaan di Indonesia bila merujuk pada standar WHO adalah 267.000 per pekan atau 38.000 orang per hari. Angka ini merujuk dari jumlah penduduk Indonesia di kisaran 267 juta orang.

Kendati demikian, Wiku menyebut sebaran angka pemeriksaan tersebut masih belum merata secara nasional. Beberapa daerah di Indonesia sudah berkali lipat melebihi target WHO.

“Namun secara bersamaan pada beberapa daerah lainnya angka testingnya masih jauh dari target WHO. Mohon target testing WHO ini dapat dijadikan acuan oleh setiap daerah dalam meningkatkan pemeriksaan di wilayahnya masing-masing,” tuturnya.

Sumber : Bisnis.com