Fadly, Co-Pilot Nam Air Sempat Menghubungi Ibunya Sebelum Naik SJ-182

Co-Pilot Nam Air, Fadly yang ikut menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. - Antara.
11 Januari 2021 02:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SURABAYA--Co-Pilot Nam Air, Fadly Satrianto sempat menghubungi ibunya sebelum terbang bersama pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang mengalami kecelakaan di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021).

Sumarzen Marzuki, ayah kandung Fadly mengatakan putra bungsu dari tiga bersaudara itu selalu menelepon ibunya, Ninik Andriyani, setiap kali akan terbang. "Kemarin saat telepon, ibunya tanya, mau terbang bawa pesawat atau tidak. Dijawab tidak," katanya, saat dikonfirmasi di rumahnya, Jalan Tanjung Pinang Surabaya, Minggu (10/1/2021).

BACA JUGA : Cerita Warga Saat Pesawat Sriwijaya Air Jatuh: Kami Kira Itu

Sumarzen menjelaskan putra-nya bekerja di maskapai penerbangan Nam Air, yang merupakan anak perusahaan Sriwijaya Air. "Dia rencananya membawa pesawat Nam Air sebagai Co-Pilot dari Pontianak. Saat berangkat dari Jakarta menuju Pontianak itu dia mengabari ibunya via telepon," ungkap-nya.

Sumarzen kemarin malam juga telah ditelepon oleh pihak Maskapai Nam Air atas musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

"Pihak Nam Air menyampaikan permohonan maaf atas musibah ini. Di dalam pesawat Sriwijaya Air yang mengalami kecelakaan itu juga memuat kru Nam Air lengkap, mulai dari pilot hingga pramugari yang rencananya akan terbang bersama anak saya. Tujuannya kemana saya tidak tahu," katanya.

BACA JUGA : Sinyal Black Box Sriwijaya Air SJ182 Ditemukan

Saat kecelakaan terjadi, Fadly berusia 28 tahun dan masih lajang. Sumarzen mengisahkan, Fadly menjalani sekolah penerbangan setelah mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Airlangga Surabaya.

Alumnus Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Surabaya itu langsung bekerja di Maskapai Penerbangan Nam Air setelah lulus dari serangkaian sekolah penerbangan, yang dijalaninya selama tiga tahun terakhir.

"Menjadi pilot adalah cita-citanya sejak kecil," ucap Sumarzen.

Satu persatu kerabat tampak mendatangi rumah Sumarzen untuk menyampaikan belasungkawa atas musibah yang dialami putra-nya.

BACA JUGA : Sebelum Jatuh, Sriwijaya PK-CLC Telah Menempuh 4 Rute

Mantan pejabat di perusahaan Badan Usaha Milik Negara PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III ini terlihat tegar sembari menerima tamu-tamu yang terus berdatangan. Sementara istri-nya Ninik Andriyani terlihat tak kuasa membendung kesedihan dengan terus menerus menangis.

Sumber : Antara