Turut Berduka cita, Menparekraf Sandiaga Uno Ajak Doakan Kru dan Penumpang SJ182

Sandiaga Uno. - Antara/Sigid Kurniawan
10 Januari 2021 11:37 WIB Newswire News Share :


Harianjogja.com, JAKARTA- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno turut megnungkapkan duka cita atas kecelakaan yang menimpa pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Menparekraf Sandiaga Uno, melalui Instagram pribadinya mengajak orang-orang untuk ikut mendoakan keluarga dari penumpang Sriwijaya Air SJ182.

Dalam caption yang diunggahnya, Sandiaga Uno berdoa agar keluarga penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi ujian tersebut.

Baca juga: Simak Kronologi Pesawat Sriwijaya SJ182 yang Hilang Kontak

"Innalilahi wainnailaihi rojiun. Kami keluarga besar @kemenparekraf.ri turut berduka cita atas musibah kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182. Mari kita sama-sama berdoa sejenak untuk semua penumpang dan crew pesawat. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Amin ya rabbal alamin," tulis Menparekraf melalui akun Instagram @sandiuno.

Menurut data riwayat penerbangan pesawat nahas itu yang dikumpulkan Flightradar, pesawat Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK-CLC itu memulai perjalanannya pada hari ini dengan terbang ke Pontianak, menggunakan nomor penerbangan SJ182.

Pesawat berangkat pada pukul 5.14 WIB dan mendarat di Pontianak, Kalimantan Barat pada pukul 6.52 WIB. Ia kembali pulang ke Jakarta sebagai SJ185 pada pukul 7.37 WIB dan mendarat Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 8.43 WIB.

Baca juga: Pihak Keluarga Penumpang Sriwijaya Disediakan Fasilitas Hotel

Sejam kemudian, pada pukul 9.42 WIB pesawat kembali terbang dan kali ini tujuannya ke Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Ia terbang sebagai SJ172. Tak diketahui waktu pesawat itu tiba di Pangkal Pinang.

Pada pukul 11.22 WIB, pesawat tersebut kembali terbang ke Jakarta sebagai SJ173. Ia mendarat di Soekarno-Hatta dengan selamat pada pukul 12.11 WIB.

Lalu pada pukul 14.36 WIB pesawat itu terbang sebagai SJ182 ke Pontianak. Sayang, baru terbang selama 4 menit, pesawat itu hilang dari radar. Belakangan Basarnas mengatakan bahwa pesawat tersebut jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta.

Sumber : Suara.com