Kasus Covid-19 Catat Rekor Tertinggi karena Kegagalan Antisipasi Libur Akhir Tahun

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito. - Antara
07 Januari 2021 18:47 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkap alasan yang menyebabkan kasus Covid-19 kembali mencatat rekor tertinggi pada Kamis (7/1/2021) hari ini.

Wiku mengatakan rekor penambahan kasus harian Covid-19 yang mencapai 9.321 disebabkan kegagalan setiap pihak untuk mengantisipasi libur akhir tahun kemarin.

“Ini adalah imbas dari libur panjang, ternyata pada pembelajaran yang keempat kalinya kita masih belum berhasil juga memperbaiki dan mengambil pembelajaran dari tiga libur panjang sebelumnya,” kata Wiku dalam keterangan virtual Sekretariat Presiden pada Kamis (7/1/2021).

Dia mengaku berat hati untuk menyampaikan data penambahan kasus harian Covid-19 tersebut. Pasalnya, penambahan kasus harian itu menjadi yang tertinggi sejak Maret tahun lalu.

“Per hari ini adalah yang tertinggi sejak awal pandemi, mencapai 9.000. Bahkan, angka ini meningkat hampir 500 hanya dalam waktu satu hari,” tuturnya.

Wiku menuturkan Pulau Jawa dan Bali menjadi kontributor utama dalam penambahan kasus harian tersebut. Pasalnya, dia mencatat, dua pulau itu tidak pernah melaporkan penambahan kasus Covid-19 Mingguan di bawah angka 50 persen dari rata-rata nasional.

“Bahkan pada bulan Desember 2020 sebanyak sebanyak 129.994 kasus Covid-19 dikontribusikan oleh kedua pulau ini dan ini merupakan yang tertinggi sejak Maret 2020,” kata dia.

Adapun, untuk membendung penularan Covid-19 di Pulau Jawa dan Bali pemerintah memutuskan untuk segera menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang akan dimulai pada 11 Januari hingga 25 Januari 2021.

Penambahan kasus Covid-19 mencatat rekor tertinggi tidak hanya terjadi hari ini saja, tapi juga terjadi kemarin, Rabu (6/1/2021). Kasus konfirmasi positif Covid-19 kemarin bertambah 8.854 atau mencatat rekor tertinggi sehingga totalnya menjadi 788.402 orang.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia