PBNU Minta Menag Luruskan Pernyataan soal Afirmasi Syiah dan Ahmadiyah

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. - Ist/ dok Kemenag
26 Desember 2020 07:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, LAMPUNG— Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengklarifikasi pernyataan mengenai akan mengafirmasi Syiah dan Ahmadiyah, supaya tak memunculkan salah pemahaman.

"Yang dimaksud oleh bapak menteri agama itu harus diklarifikasi terlebih dahulu agar orang-orang tak salah paham," kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Masduki Baidlowi, Jumat (25/12/2020).

Masduki mengatakan setelah menjadi perbincangan hangat, Gus Yaqut menghubungi Masduki dan mengatakan tidak pernah mengatakan akan mengafirmasi pengikut Syiah dan Ahmadiyah.

Gus Yaqut menjelaskan awal mulanya dari pernyataan Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra bahwa masih ada diskriminasi terhadap kelompok-kelompok minoritas, termasuk Syiah dan Ahmadiyah.

"Itu kan pernyataan dari Azyumardi Azra, lantas ditanggapi menag, oke, kalau gitu negara bisa hadir maka menteri agama menfasilitasi dialog supaya tidak ada persekusi. Seperti itu," ujar Masduki sekaligus menyampaikan pernyataan Gus Yaqut.

Masduki dapat mengerti maksud Gus Yaqut bahwa minoritas berhak mendapatkan hak sebagai warga negara. "Bukan mengafirmasi dalam pengertian itu [hanya untuk Syah dan Ahmadiyah]. Itu dari Azyurmadi Azra ditanggapi menag. Menurut saya menag menanggapinya sudah bagus, sudah benar. Karena dia sebagai wakil dari negara perlu hadir. Hak-hak warga negara [dalam menjalankan keyakinannya] semuanya bisa terlindungi."

Sebelumnya, Gus Yaqut mengatakan tidak mau ada kelompok minoritas yang terusir dari kampung halaman mereka karena perbedaan keyakinan. "Mereka warga negara yang harus dilindungi," kata Yaqut saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, kemarin.

Gus Yaqut menyatakan bahwa Kementerian Agama akan memfasilitasi dialog lebih intensif untuk menjembatani perbedaan yang ada. "Perlu dialog lebih intensif untuk menjembatani perbedaan. Kementerian Agama akan memfasilitasi," katanya.

Sumber : Suara.com