Advertisement
Harga Emas Moncer di Masa Natal
Karyawan menunjukan replika emas logam mulia di Butik Antam, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Harga emas PT Aneka Tambang Tbk. pada hari perdagangan Selasa (8/9/2020) menurun dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Bisnis - Himawan L Nugraha
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Harga emas masih ditutup menguat jelang Libur Natal seiring dengan pelemahan dolar AS. Koreksi greenback telah meningkatkan minat investor untuk kembali mulai mengumpulkan aset investasi aman itu.
Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan Kamis (24/12/2020), harga emas di pasar spot menguat 0,56 persen atau 10,57 poin ke posisi US$1.883,46 per troy ounce.
Advertisement
Sementara itu, harga emas berjangka kontrak Februari 2021 di Bursa Comex juga menguat 0,27 persen atau 5,1 poin ke level US$1.883,46 per troy ounce.
Di sisi lain, indeks dolar As yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama terkoreksi 0,1 persen ke posisi 90,323.
Tim riset Monex Investindo Futures mengatakan bahwa dolar AS yang melemah karena tertekan oleh optimisme stimulus bantuan ekonomi AS telah menopang kenaikan harga emas.
Untuk diketahui, Presiden AS Donald Trump menuntut agar anggota parlemen meningkatkan stimulus yang diberikan kepada sebagian besar orang Amerika menjadi US$2.000 dari US$600 pada minggu yang sama ketika Kongres meloloskan paket bipartisan senilai US$900 miliar.
"Semakin besar jumlah stimulus, maka semakin banyak ketersedian likuiditas di pasar yang akan membuat dolar AS melemah," imbuh Monex.
Analis Pasar Senior Oanda Corp Jeffrey Haley mengatakan, harga emas saat ini tengah menghadapi level resistancenya di kisaran US$1.900 per ounce. Level tersebut dinilai lebih bersifat psikologis dibanding teknikal.
“Pergerakan yang mendekati rerata 100 hari, di kisaran US$1.903, akan menjadi perkembangan teknikal yang baik untuk harga emas. Hal ini akan membuka jalan emas untuk menguat dan menuju level harga US$1.970 pada masa liburan,” jelasnya dikutip dari Bloomberg.
Laporan dari Huatai Futures menyebutkan, tren suku bunga rendah dan kebijakan pelonggaran kuantitatif (quantitative easing) yang amat kuat diperkirakan tidak akan berubah dalam waktu dekat. Pelaku pasar juga tengah menanti implementasi dari paket stimulus AS di lapangan.
“Dengan optimisme terkait stimulus yang tinggi dan perlambatan outflow pada exchange traded funds (ETF) emas, serta ekspektasi inflasi yang naik, pelaku pasar kembali memandang emas sebagai aset yang menarik,” demikian kutipan laporan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dispar Kulonprogo Catat Lonjakan Wisatawan, Congot Ungguli Glagah
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- GT Purwomartani Buka hingga 22.00 WIB, Kendaraan Dialihkan ke Tol
- Meta Gunakan AI Awasi Facebook-Instagram, Nasib Pekerja Terancam
- Latihan Perdana Timnas: Skuad Belum Lengkap, Ini Daftarnya
- Bos OnlyFans Meninggal, Masa Depan 377 Juta Pengguna Disorot
- Pantai Kulonprogo Berbahaya, Petugas Larang Wisatawan Berenang
- Konflik Iran Memanas, AFC Ubah Total Format ACL Elite
- Dipanggil Timnas, Dua Pemain Asing Persita Justru Batal Berangkat
Advertisement
Advertisement







