Vaksin Hanya Tameng, Protokol Kesehatan Tetap Penting

Kandidat vaksin covid-19 Sinovac. - JIBI/Bisnis.com
19 Desember 2020 08:17 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan keberadaan vaksin bukanlah angin segar bagi masyarakat di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, vaksin hanya sebagai ‘tameng’ tambahan untuk perlindungan diri masyarakat dari Virus Corona.

“Vaksin ini menarik dan semua sepertinya merasa bahwa kalau ada vaksin kita sebentar lagi selesai. Tapi sebenarnya kita harus melihat bahwa vaksin ini adalah salah satu tameng,” kata dia dalam konferensi pers, Jumat (18/12/2020).

Wiku menjelaskan keberadaan vaksin seperti Cheese Model, bahwa dalam menghadapi pandemi orang-orang harus punya perlindungan berlapis dan vaksin menjadi salah satu perlindungan.

“Jadi dengan adanya vaksin, tidak serta merta perlindungan lainnya kita tinggalkan, nggak boleh, karena bisa saja nanti bobol,” ujarnya.

Pasalnya, vaksin belum tentu bisa melindungi 100 persen dari seluruh masyarakat. Oleh karena itu, Wiku berpesan agar 3M tetap harus dilakukan dan masyarakat tetap harus menerapkan prinsip kehati-hatian.

“Dalam menghadapi pandemi, imunitas itu penting olahraga, istirahat yang cukup itu penting. Karena itulah yang setiap orang memilikinya [imunitas], jangan tinggalkan 3M [memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak] gara-gara sudah ada vaksin. Menghadapi vrus ini kita perlu belajar bersama,” pesan Wiku.

Lantaran pandemi di Indonesia sudah berjalan 10 bulan, Wiku mengharapkan masyarakat bukannya lelah, justru harus terbiasa dan pintar dengan kondisi menerapkan protokol kesehatan.

“Yang sudah dilakukan, lakukan saja terus. Nanti ketika ada vaksin akan 3M tidak menjadi beban lagi, dan jika kita betul menerapkan bisa semuanya terbebas dari virus,” jelasnya.

Wiku menjelaskan vaksin sendiri merupakan bahan biologis yang dimasukkan ke dalam tubuh. Vaksin diproduksi secara spesifik untuk penyakit tertentu.

Cara kerja vaksin, dijelaskan Wiku, dengan membentuk ‘tentara’ yang bisa langsung melawan virus spesifik.

“Maka dari itu kita berusaha untuk membuat vaksin, sehingga suatu saat kalau sampai virusnya datang kita sudah punya ‘pasukan’nya, jadi dia nggak bisa masuk,” ungkapnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia