Solopos Menguji Kompetensi Wartawan NTB

Wagub NTB (tengah) menerima cendera mata dari Ketua AMSI NTB. - Istimewa
05 Desember 2020 21:07 WIB Media Digital News Share :

Harianjogja.com, MATARAM—PT Aksara Solopos melalui Solopos Institute menguji 24 wartawan untuk mendapatkan sertifikat kompetensi wartawan (SKW) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Uji kompetensi wartawan (UKW) ini digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) NTB.

UKW berlangsung dua hari di Hotel Fave Mataram, Sabtu-Minggu (5-6/12/2020). Peserta berasal dari media siber di Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat,  Lombok Timur, Lombok Utara, dan Kota Mataram.

Penguji dari Solopos Institute Suwarmin dalam pembukaan UKW, Sabtu, menyatakan media kredibel berbeda dengan media sosial (medsos). “Dalam mendsos, orang bisa memfoto peristiwa lalu mengunggahnya. Sedangkan wartawan profesional harus meminta konfirmasi, narasumbernya jelas, tidak memiliki niat buruk dalam memberitakan, dan disiplin dalam verifikasi. UKW ini untuk mengukur tingkat kompetensi wartawan,” ujar Direktur PT Aksara Solopos tersebut.

Dalam UKW, kata Suwarmin, Solopos Institute betul-betul menguji kemampuan wartawan dalam jurnalistik, bukan “tukang stempel” untuk mendapatkan sertifikat. Lembaga ini mengantongi sertifikat dari Dewan Pers untuk menggelar UKW. Dalam UKW ini, Solopos Insitute mengirim empat penguji  yaitu Suwarmin, Anton Wahyu Prihartono, Syifaul Arifin, dan Ichwan Prasetyo.

Ketua AMSI NTB T.G.H. Fauzan Zakaria Amin menyatakan UKW diikuti 24 wartawan. UKW ini adalah upaya meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan di NTB. Wartawan yang berkompeten, kata Fauzan, akan meningkatkan kualitas jurnalisme. Karena berlangsung saat pandemi, UKW dilaksanakan dengan protokol kesehatan secara ketat. Seluruh peserta menjalani rapid test.

Dalam kesempatan itu, Fauzan menyebut AMSI NTB menggulirkan program  Satu Desa Satu Jurnalis. Mereka akan mempromosikan desa wisata yang bertebaran di NTB. Namun, jurnalis tersebut harus memiliki kompetensi atau profesional.

Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah hadir dalam pembukaan UKW. Rohmi mendukung AMSI mengikutkan anggota dalam UKW.  Menurut kakak mantan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) itu, berita ibarat senjata. Jika wartawannya berkompeten, yang dihasilkan bukan berita yang tujuannya buruk maupun hoaks. Rohmi menyinggung masifnya  hoaks yang tujuannya buruk. Dia berharap media siber di NTB digawangi oleh wartawan berkompeten. (ADV)